alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Nuralam: Pemda Punya Bukti yang Lain, Terkait Eksekusi Lahan SMPN 2 Gunungsari

GIRI MENANG-Sengketa lahan SMPN 2 Gunungsari antara Pemda Lombok Barat (Lobar) dengan pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan I Gusti Bagus Hari Sudana Putra masih belum menemui titik terang.

Jika kondisinya terus seperti ini, tidak menutup kemungkinan, lahan sekolah ini akan dieksekusi oleh pihak pengadilan 30 Juni mendatang. Menyusul, putusan kasasi Mahkamah Agung Nomor 1416 K/PDT/2017 yang memenangkan Gus Ari, sapaan I Gusti Bagus Hari Sudana Putra sebagai pemilik lahan.

“Kami akan berupaya mempertahankan asetnya. Karena kami yakin pejabat dulu pasti punya pertimbangan membangun sekolah di atas lahan tersebut,” terang Kabag Hukum Setda Lobar Ahmad Nuralam.

Ia menjelaskan, dibangunnnya sekolah di lokasi tersebut oleh pemerintah tentu karena ada kebutuhan dan permintaan masyarakat. Sehingga pemerintah menganggarkan dan membangun gedung sekolah sesuai dengan regulasi yang ada. Lantas, keberadaan lahan seluas 2 hektare ini kemudian dipersoalkan kemudian oleh masyarakat tentu ini menjadi persoalan yang harus ditelusuri pokok masalahnya.

“Sementara saat ini posisinya kami akan bertemu dengan sejumlah pihak terkait,” ujarnya.

Pemda Lobar sadar, eksekusi lahan SMPN 2 Gunungsari kini tinggal sebulan lebih untuk dieksekusi. Sehingga pihaknya juga sudah menggelar beberapa kali rapat untuk membahas persoalan ini. Termasuk rencana pengajuan Peninjauan Kembali (PK).

“Untuk PK, kami masih menyusun alur ceritanya. Tidak hanya itu, Pemda punya bukti yang lain,” yakinnya.

Terpisah, Gus Ari yang dikonfirmasi Lombok Post kemarin (6/5) mengaku hingga saat ini memang belum ada upaya dari Pemda Lobar untuk membahas solusi atas persoalan ini. Sehingga, ia tetap pada rencananya meminta pihak pengadilan dan aparat keamanan untuk melakukan eksekusi 30 Juni mendatang.

“Sampai saat ini belum pernah ada komunikasi. Maka tanggal 30 Juni mereka (pihak sekolah) sudah harus keluar sesuai surat pernyataan ke pengadilan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah membuka ruang selebar-lebarnya bagi Pemda Lobar untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun Pemda dinilainya tidak punya itikad untuk membayar lahan tersebut.

“Pemda pagah (bersikeras, Red). Bupati tidak memikirkan dampak yang lebih luas bagaimana jika anak-anak dan pihak sekolah nanti keluar dari sana,” sesalnya.

Padahal, Gus Ari mengaku dirinya sudah memberikan kelonggaran jika Pemda memiliki itikad untuk membayar lahan tersebut. Misanya dengan sistem multi years atau pembayarannya bisa dicicil.

“Tapi sekarang mereka yang harusnya progresif bukan saya. Saya masih membuka ruang hingga 30 April nanti. Kalau tidak ada itikad dari Pemda, ya terpaksa mereka harus keluar,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks