alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Pak Lurah Minta Tambahan Dana Kelurahan

GIRI MENANG-Para kepala desa yang ada di Lombok Barat (Lobar) sumringah dengan besarnya dana desa yang di terima setiap tahun. Kondisi yang jauh berbeda justru dirasakan pihak Kelurahan.

“Terakhir tahun 2018 kami di tiga kelurahan, Dasan Geres, Gerung Selatan dan Gerung Utara mendapat anggaran masing-masing Rp 600 juta per tahun,” beber Lurah Dasan Geres Hulaifi kemarin (6/5)

Namun jumlah tersebut bertambah di tahun ini seiring adanya kucuran dana kelurahan dari pusat. Kelurahan di Lobar mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp 1,1 miliar untuk tiga kelurahan. Sehingga setiap kelurahan mendapatkan tambahan masing-masing sekitar 350 juta. Otomatis tahun ini anggaran di kelurahan sekitar Rp 950 juta.

Dana dari pusat untuk kelurahan ini peruntukannya dijelaskan Hulaifi sebesar 70 persen untuk pembangunan infrastruktur fisik dan 30 persen untuk pemberdayaan. “Namun kita di Lobar sampai saat ini masih belum Bimtek,” akunya.

Selain itu, para Lurah yang ada di Lobar juga masih belum menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Pengguna anggaran berasal dari pemerintah kecamatan. Maka, penggunaan dananya masih mengacu seperti instansi pemerintah lainnya.

“Karena semua unsurnya di kelurahan kan PNS. Berbeda dengan di desa, kepala desa sampai staf di desanya non PNS,” paparnya.

Tak dipungkirinya, pemerintah kelurahan di Lobar masih merasa dianaktirikan. Lantaran, porsi anggaran yang mereka terima lebih kecil dibandingkan dengan desa. Padahal, kebutuhan untuk program fisik dan pemberdayaan tidak ada bedanya.

“Di Lotim kami pernah studi banding anggarannya Rp 1 miliar dari APBD. Pernah kami tiga lurah usulkan bersurat ke bupati dan secara langsung kami sampaikan. Tapi belum disetujui,” bebernya.

Padahal, jika berbicara kemampuan anggaran di APBD, Hualifi yakin pemerintah daerah mampu untuk menganggarkan minimal Rp 1 miliar di kelurahan. Mengingat jumlah kelurahan yang ada di Lobar hanya ada tiga.

“Lombok Timur saja 20 kelurahan lebih sudah menganggarkan untuk satu kelurahan mencapai Rp 1 miliar dari APBD. Maka harapan kami minimal sama dengan anggaran diterima desa,” pintanya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks