alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Tahan Lapar di Tenda Darurat

GIRI MENANG-Ribuan warga korban gempa di Lombok Barat (Lobar) masih tertahan di tenda darurat. Mereka terpaksa menahan haus dan rasa lapar di bulan Ramadan ini di tempat pengungsian.

Sebab, pembangunan rumah bantuan dari pemerintah pusat masih belum selesai. Akibat pembangunan ini terkendala beberapa persoalan.

“Batu-bata yang sulit. Sampai sekarang kami belum bisa mendapatkan bahan bangunan ini. Baru semen, pasir dan besi yang sudah datang,” tutur Martini, salah seorang warga Dusun Senggigi kepada Lombok Post pekan lalu.

Akibatnya, pembangunan rumahnya yang sudah mulai penggalian pondasi sejak sebulan lalu masih belum menunjukkan progress menjanjikan. Belum ada tanda-tanda bangunan rumah tersebut berdiri. Akibat bahan bangunan yang sulit didapatkan para korban gempa untuk memperbaiki rumahnya.

“Ya terpaksa bertahan di tenda dulu selama puasa. Mau nggak mau,” pasrahnya sambil menggendong bayinya.

Martini mengaku sudah tinggal di dalam tenda darurat selama delapan bulan lebih. Terhitung sejak rumahnya rata dengan tanah akibat diguncang gempa Agustus 2018 lalu.

“Kami berempat tinggal di dalam tenda ini. Saya, suami dan dua anak. Ya buka puasa dan sahurnya nanti di sini juga karena kan rumah belum selesai dibangun,” tuturnya.

Ini merupakan kali pertama warag Senggigi yang rumahnya rusak parah akibat gempa menjalankan ibadah puasa di tenda darurat.

Selain kendala bahan bangunan, persoalan lain yang dihadapi warga korban gempa adalah masalah keterbatasan tukang. Hayyin, warga Desa Senggigi lainnya membeberkan Pokmasnya sudah bekerja sama dengan salah satu CV penyedia bahan bangunan.

Untuk memasok kebutuhan bahan bangunan bagi anggota Pokmasnya untuk membangun kembali rumahnya. “Cuma kendalanya tukang ini yang sulit. Makanya ini kami datangkan tukang dari Jawa,” tuturnya sambil menunjuk ke arah beberapa tukang yang tengah bekerja.

Persoalan terbatasnya tukang mejadi kendala yang menyebabkan pembangunan rumah warga korban gempa tersendat. Ditambah, dengan pasokan bahan bangunan yang sulit membuat sebagian besar warga korban gempa terpaksa menjalankan ibadah puasa tahun ini di dalam tenda. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks