alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Dampak Korona, Lombok Barat Kehilangan Rp 430 Miliar

GIRI MENANG-Keuangan Pemkab Lombok Barat (Lobar) dibuat babak belur oleh wabah Covid-19. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pimpinan (Rapim) terbatas di Aula Utama Kantor Bupati, Kamis (4/6) lalu.

“APBD kita yang hilang Rp  430 miliar itu berdasarkan hitungan enam bulan Covid-19 sejak Maret sampai Agustus 2020. Jika lewat dari itu akan lain lagi,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid.

Dikatakan bupati, refocusing dan realokasi anggaran yang dilakukan saat ini, akan menjadi bahan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020. Dia meminta jangan sampai nanti terjadi kekagetan. Menyusul laporan Asisten II Setda Lobar Hj Lale Prayatni sekitar Rp 430 miliar APBD terkoreksi selama enam bulan Covid-19.

Diakui bupati, pada awal tahun 2020, Lobar cukup optimistis. APBD, PAD dan pembangunan yang akan direncanakan berjalan lancar. Namun Covid-19 mengubah kondisi. Membandingkan PAD yang masuk Januari-Februari 2020 dengan PAD yang masuk 2018 bulan yang sama sebelum gempa, capaiannya saat itu jauh lebih tinggi. Sekitar 150 persen.

“Kalau saya tidak salah ingat, pada bulan Maret (2020) itu PAD yang masuk hanya Rp 7 juta. Kalau Januari-Februari mencapai Rp 27 milyar. Dari Maret sampai Mei (2020) hanya Rp 9 miliar,” bebernya.

Dikhawatirkan, PAD akan makin merosot jika angka trend Covid-19 ini tidak menunjukkan angka penurunan. Saat ini angka paparan Covid-19 di Lobar menjad terbesar kedua di NTB setelah Kota Mataram.

Dalam konteks ini, bupati mengajak jajarannya untuk ikut secara mandiri, secara personal mensosialisasikan bagaimana sikap Pemerintah Lombok Barat menghadapi Covid-19 ini.

Semua ajakan ini tidak hanya dalam konteks APBD, tetapi ke semua lini. Termasuk kondisi ekonomi masyarakat, peningkatan angka kriminalitas dan angka kemiskinan. Beruntung, jatah Dana Alokasi Umum (DAU) tidak ditahan pusat seperti sejumlah kabupaten/kota lain.

“Alhamdlillah kita sudah melakukan refocusing dan realokasi. Ada dua kabupaten/kota dan Provinsi NTB tidak mendapatkan sanksi dari Kementerian Dalam Negeri, termasuk kita di Kabupaten Lombok Barat,” syukurnya.

Menyinggung New Normal, bupati mengaku pihaknya sebenarnya sudah melakukan langkah-langkah ke arah itu. Karena sejak Maret lalu, sebutnya, tidak pernah dilakukan rapim serupa seperti yang digelar Kamis (4/6) lalu.

“Ini sebenarnya sebuah contoh menuju New Normal. Kita rapim, jarak diatur, peserta rapim dibatasi dan semua kita memakai masker serta berusaha semua standar protokol kesehatan dilaksanakan,” tegas bupati di hadapan Sekda Lombok Barat H Baehaqi, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, serta Camat dan Sekcam se-Lombok Barat.

Asisten II Hj Lale Prayatni secara rinci memaparkan target realisasi PAD sampai 29 Mei 2020 Rp 181 miliar lebih. Realisasinya baru Rp 78,2 miliar lebih, termasuk dari BLUD. “Dilihat dari persentase baru 28,50 persen,” jelas Lale.

Presentase ini, sebut Lale, masih sangat jauh dari target. Demikian juga paparan terkait anggaran belanja sebesar Rp 1,7 triliun lebih. Realisasinya baru Rp 172,8 miliar atau 22,20 persen untuk belanja langsung.

Sementara Asisten III Setda Lobar H Mahyudin memaparkan kondisi fiskal sesuai perintah penyesuaian anggaran akibat pandemi Covid-19. Disebutkan, secara total anggaran yang dimiliki Lobar awalnya sebesar Rp 1,84 triliun lebih. Pada bulan Maret 2020, ada beberapa yang digeser untuk penanganan Covid-19. Jumlah anggaran yang direfocusing dan direalokasi sebesar Rp 72,5 miliar dari seluruh OPD yang ada. Setelah dilakukan penggeseran, maka struktur APBD menjadi berkurang sebesar 134 miliar.

Sekda Lobar H Baehaqi  meminta kepada OPD agar kerja cepat dan segera menyesuaikan pagu sesuai hasil refocusing melalui Bappeda. Ia juga meminta semua OPD mencermati dan mempelajari SOP New Normal sesuai sektor dan pelayanan masing masing. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

VIDEO : Pelajar di Lobar Diduga Sebar Foto Bugil Mantan Pacar

Kasus yang menimpa  pelajar SMP berinisial LD, perempuan 16 tahun asal Narmada Lobar boleh jadi cerminan lemahnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan ponsel pintar....
Enable Notifications.    Ok No thanks