alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Gunjingan Tetangga Lebih Menyiksa, Jangan Kucilkan Penderita Korona!

GIRI MENANG-Sebagian orang menganggap Korona sebagai ‘penyakit fitnah’. Sebab, stigma negatif yang selalu disematkan kepada pasien positif Korona maupun eks pasien positif.

Atas dasar itu, Camat Labuapi HL Moh Hakam meminta warga untuk mengubah cara pandangnya terhadap penyakit Korona.

“Kami mengharapakan dan mengimbau seluruh masyarakat Kecamatan Labuapi untuk memperlakukan saudara kita yang dinyatakan terpapar dengan baik. Jangan sampai dijauhi atau dikucilkan,” tegasnya kepada Lombok Post.

Justru masyarakat yang sehat, harus memberikan dukungan dan support pada warga yang dinyatakan positif maupun yang sudah sembuh. “Covid-19 ini bukan aib,” tegasnya.

Sehingga tidak ada alasan bagi warga untuk menjauhi atau mengucilkan yang bersangkutan. “Mari beraktivitas seperti biasa, tetapi tetap mengikuti protokoler Kesehatan,” ajaknya.

Pemerintah Kecamatan Labuapi meminta pemerintah desa melalui jajarannya yang paling bawah seperti kepala dusun untuk mengedukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Kaitannya dengan tidak mengucilkan atau mendiskriminasi warga yang dinyatakan positif Korona apalagi yang sudah sembuh.

“Semua kita punya tanggung jawab untuk memberikan pemahaman ke masyarakat. Khususnya pemerintah desa melalui kepala dusun. Kami tidak ingin lagi mendengar apa yang dialami Hj Nikmah terulang kembali,” tegasnya. “Jangan sampai ada Hj Nikmah lain yang mengalami hal yang sama (dikucilkan warga),” tegasnya.

Diketahui, salah satu eks pasien positif Covid-19 kepada Lombok Post sebelumnya mengaku kecewa dan sedih dengan perlakuan masyarakat kepadanya. Ia merasa didiskriminasi, dikucilkan, bahkan difitnah oleh masyarakat.

“Orang yang lewat depan rumah saya selalu tutup mulut. Saya dan keluarga katanya mau diusir, rumah saya mau dibakar dan dagangan saya mau dibuang,” tuturnya kepada Lombok Post saat ditemui di kediamannya.

Ia bahkan tidak diperbolehkan oleh warga ikut melaksanakan salat Tarawih di Masjid. Akibatnya, selama beberapa hari setelah dinyatakan sembuh, ia tidak pernah keluar kamar karena malu dengan perlakuan masyarakat kepadanya.

“Bahkan saya diisukan meninggal sampai ada orang yang dating ke rumah saya melayat bawa beras. Kalau penyakit Korona itu tidak terasa, fitnahnya yang lebih menyakitkan,” bebernya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks