alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Abaikan Korona, Warga Ambil Paksa Jenazah Positif Covid-19 dari RSUD Mataram

MATARAM-Angka kematian yang terus terjadi, jumlah pasien positif terinfeksi yang masih tinggi, rupanya tak membuat masyarakat menjaga diri. Malah sebaliknya, ada warga yang memaksa membawa pasien positif terinfeksi Covid-19 dari rumah sakit, dan bersikeras memakamkannya tanpa prosedur Covid-19.

Senin (6/7) malam, ratusan warga menggeruduk RSUD Kota Mataram. Mereka datang menuntut agar pihak rumah sakit membolehkan jenazah perempuan 47 tahun berinisial M, Warga Dusun Erat Mate, Mekar Sari, Gunung Sari, Lombok Barat, dibawa pulang keluarga. Ny M dinyatakan meninggal sekitar pukul 16.00 Wita. Satu jam kemudian, hasil uji laboratorium sampel swab yang telah diambil pada 4 Juli keluar. Ny M dipastikan telah terinfeksi Covid-19.

Karena dinyatakan positif Covid-19, pihak rumah sakit hendak memakamkan Ny M sesui protokol Covid-19. Namun, pihak keluarga menolak jika almarhumah dimakamkan dengan prosedur tersebut. Keluarga tidak percaya kalau jenazah positif Covid-19. K eluarga menganggap jenazah almarhumah diswab setelah meninggal dunia.

Sekitar pukul 19.30 Wita, ratusan massa sudah berkumpul di depan RSUD Kota Mataram. Mereka merangsek dan berupaya untuk mengambil jenazah almarhumah. Situasi tak terkendali. Tim keamanan dari jajaran TNI-Polri yang ada di lokasi tak mampu menghalau massa. Massa berhasil merangsek masuk ke dalam rumah sakit.

Berulangkali dilakukan negosiasi. Namun, tetap keluarga menolak. Pihak rumah sakit pun tak mau pasien dimakamkan tanpa prosedur Covid-19. Negosiasi dilanjutkan. Sementara jumlah massa yang berdatangan terus bertambah. Hasil negosiasi masih tetap buntu. Dan di tengah tekanan dan desakan massa, pihak RSUD Kota Mataram kemudian menyiapkan surat pernyataan melepas tanggung jawab terhadap jenazah.

Surat pernyataan itu ditandatangani keluarga almarhumah, kepala dusun, kepala desa, camat, dan perwakilan dari rumah sakit. Selanjutnya, massa membawa jenazah Ny M menggunakan taksi. Menuju rumah duka.

Kabagops Polresta Mataram Kompol Taufik mengatakan, aksi penjemputan paksa tersebut dilakukan oleh pihak keluarga korban yang datang bersama ratusan warganya ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram.

”Kami dari Polri bersama TNI, dan aparat desa dan camat sudah berupaya mengamankan terkait pengambilan paksa jenazah oleh warga,” kata Taufik.

Sebelumnya kata dia, pihak rumah sakit sudah menjalin komunikasi intensif dengan keluarga jenazah agar dimakamkan dengan protokol Covid-19. Namun, massa yang begitu banyak tetap ngotot untuk memakamkan jenazah tanpa menggunakan protokol.

”Upaya tersebut tidak dihiraukan oleh pihak keluarga dan warga yang datang bersama warga,” jelasnya.

Kerumunan massa yang datang melebih jumlah personel pengamanan akhirnya merangsek dan berhasil masuk area rumah sakit dan memadati halaman parkir RSUD Kota Mataram.

”Mereka yang datang kemudian memaksa pihak rumah sakit mengeluarkan jenazah untuk dibawa pulang dan dikuburkan oleh pihak keluarga,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Camat Gunung Sari M Mudasir mengungkapkan, dirinya mendapatkan laporan meninggalnya almarhumah M pukul 16.00 Wita. Dia mencoba untuk memberikan pengertian kepada masyarakat.

”Namun, masyarakat tetap bersikukuh untuk membawa pulang jenazah dan dimakamkan oleh keluarga,” kata Mudasir.

Mudasir mengaku dirinya tak bisa berbuat banyak untuk membendung keinginan dan desakan warga. Bahkan dirinya yang menjadi ketua gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat kecamatan di Gunungsari dipaksa warga untuk menandatangani surat pernyataan penolakan tindakaan prosedur penanganan Covid-19.

”Ya, tadi saya dipaksa menandatangani itu,” jelasnya.

Namun Mudasir masih belum hilang harapan. Dirinya mengaku masih akan mengimbau warga. Juga akan memastikan masyarakat yang terlibat memandikan jenazah Ny M menggunakan alat pelindung diri lengkap. Selanjutnya, orang yang memandikan juga terbatas. ”Maksimal 10 orang,” ujarnya.

Begitu juga saat salat jenazah harus menjaga jarak. Jangan sampai bertumpuk serta harus menggunakan masker.

”Itu yang akan kita imbau saat pemakaman nanti,” ujarnya.

Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra mengatakan, jenazah Ny M dilepas pihaknya setelah keluarga menandatangani surat pernyataan penolakan pemakaman jenazah menggunakan protokol Covid-19.

“Diambil pihak keluarga langsung sekitar pukul 21.00 Wita,” kata dia.(arl/dit/jay/kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pasien Korona Keluyuran, NTB Siapkan Denda Rp 50 Juta atau Penjara

Pasien positif Covid-19 wajib menjalani isolasi secara ketat. Jika pasien positif Covid-19 tersebut terbukti keluyuran sebelum dinyatakan sembuh dipastikan akan dipidana. “Ketentuan pidana dalam Perda menyebut, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB H Ruslan Abdul Gani, Kamis  (6/8).

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Sosialisasi dan Penilaian Lomba Kampung Sehat Sampai September

PAMATWIL Kabag Sumda Polres Bima AKP Arief Hamid menggelar asistensi dan pemantauan kesiapan desa-desa di Kecamatan Palibelo, Bima, untuk mengikuti Lomba Kampung Sehat.

Kisah Serbat Jahe Desa Langko Lobar yang Bikin Kepincut Ibu Negara

Di tengah pandemi Korona sekarang ini, stamina dan imunitas tubuh harus tetap terjaga. Nah, minuman tradisional dari Desa Langko, Lombok Barat ini patut dicoba. Bentuknya Serbat Jahe. Ibu Negara Iriana Joko Widodo saja mencobanya.

Potensi Kebakaran Hutan di NTB Tinggi, DLHK Intensifkan Pengawasan

”Petugas KPH kami sekarang patroli 24 jam di lokasi yang selama ini sering terjadi kebakaran hutan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, kemarin (6/8/2020).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks