alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Banyak Aset Bermasalah, Pemkab Lombok Barat Digugat

GIRI MENANG-Pemda Lombok Barat (Lobar) kini sedang menghadapi banyak masalah. Belasan aset milik Pemda Lobar digugat warga.

“Cukup banyak (yang digugat), yang sudah sampai dalam proses pengadilan ada belasan,” ungkap Kepala Bagian Hukum Setda Lobar Ahmad Nuralam, Kamis (5/3) lalu.

Beberapa diantaranya yang tengah digugat yakni lahan di sebelah Bank Syariah Mandiri, Puskesmas Sesela, Kantor Bawaslu Provinsi, hingga SPAM IKK Rumeneng PDAM di Desa Sembung.

Banyaknya gugatan aset yang dihadapi Pemda Lobar, menurut Nuralam, salah satu alasannya karena Lobar merupakan induk beberapa kabupaten kota. Misalnya Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Utara.

“Ketika ada gugatan ke Mataram atau KLU, Lobar juga tergugat. Begitu juga provinsi. Lobar ini dulunya kan ibu kota provinsi,” bebernya.

Meski demikian, ada beberapa gugatan yang diyakini Nuralam bakal dimenangkan Pemkab Lobar. Misalnya gugatan aset SPAM IKK Rumeneng dan Puskesmas Sesela. “Karena kita sudah punya bukti sertifikat,” yakinnya.

Sementara untuk SDN 2 Bengkel, gugatan yang dilayangkan masyarakat ada indikasi salah alamat. Karena aset lahan SDN 2 Bengkel dari pengakuan Kemensos itu menjadi bagian dari aset mereka. “Sudah kami terima suratnya dari Sekjen Kemensos (kalau aset tersebut menjadi milik kementerian),” akunya.

Lantas kenapa kemudian bisa dibangun sekolah di sana, ia menduga Kementerian Pendidikan dan Kemensos saat itu masih menjadi satu urusan dari pemerintahan. “Bisa saja saat itu ada pinjam pakai. Namun saat ada aturan otonomi belum ada pelimpahan,” terangnya.

Terpisah, Kepala BPKAD Lombok Barat H Fauzan Husniadi memberi penjelasan terkait kasus SDN 2 Bengkel. “Setelah bergulir gugatan di MA, baru datang orang Kemensos, disampaikanlah bukti kepada kami bahwa itu adalah tanah milik Kemensos,” jelasnya saat menghadiri istigotsah di Ponpes Tahfizul Quran Al Furqon Lembuak Narmada.

Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Bagian Hukum dan dikoordinasi lebih intens dengan Kemensos. Agar bisa dilibatkan saat proses PK (Peninjauan Kembali, red).

Menurut catatan BPKAD, dalam tiga tahun terakhir, Lobar sedang berperkara dalam beberapa gugatan. Diantaranya ada di Salut, Batu Kuta, SMPN 2 Gunungsari, SDN 2 Bengkel, dan Desa Sesela.

Belajar dari kondisi yang dihadapi saat ini, BPKAD Lobar mengaku akan melakukan pengamanan aset secara maksimal. “Pengamanan administrasi kan sudah jelas tercatat di neraca. Pengamanan fisik dikuasai, lalu pengamanan yuridis ini kita sertifikatkan supaya alas kepemilikan kita ini jelas,” tegas Fauzan.

Dari 2002 bidang lahan yang tercatat dalam neraca, sekitar 50 persen lebih telah bersertifikat. “Total lebih dari 1.000 aset yang sudah disertifikatkan dari 2002 aset milik pemda,” ujarnya.

Sebagai upaya menyelamatkan aset miliknya, Pemda Lobar berupaya menyentuh masyarakat melalui pendekatan religi. Salah satunya dengan menggelar istigotsah di Ponpes Al Furqon Lembuak Narmada. “Saya yakin dengan istigotsah ini akan membukakan hati berbagai pihak yang terlibat dalam persoalan aset di Lombok Barat agar bisa membantu penyelamatan aset dan mengembalikanya untuk bisa dipakai demi kemaslahatan,” terang Pimpinan Ponpes Al Furqon TGH. Faizin Ya’qub. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks