alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Jenuh di Rumah, Warga Mulai Kunjungi Destinasi Wisata Lombok Barat

GIRI MENANG-Pariwisata Lombok Barat (Lobar) mulai bangkit kembali. Setelah beberapa bulan ditutup akibat wabah Covid-19, sejumlah destinasi wisata kini mulai dibuka. Salah satunya adalah kawasan wisata mangrove yang ada di Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong. Warga yang telah jenuh di rumah karena korona juga mulai keluar berlibur.

“Kami sudah mulai membuka kawasan wisata ini sejak Kamis (4/6) lalu. Sejak dibuka sampai sekarang (kemarin, Red) Alhamdulillah selalu ramai. Dari pagi sampai malam,” ujar Kepala Desa Sekotong Tengah, Lalu Sarapudin kepada Lombok Post, kemarin (7/6).

Wisata Magrove Sekotong Tengah yang rampung dibangun sejak Februari lalu dibuka mulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita. Setiap hari, ratusan pengunjung datang ke tempat ini. Mereka berasal dari wilayah Lobar, Mataram, Lombok Tengah hingga Lombok Utara.

“Kalau terlalu lama kami diamkan dan tidak dibuka karena pandemi Korona ini, khawatirnya jembatan kayu dan tempat yang sudah kami bangun di sini rusak,” ujar Kades dua periode ini.

Setiap pengunjung yang datang diminta menerapkan protokoler Covid-19. Mereka harus menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. tapi, karena banyaknya pengunjung yang datang, Kades mengaku kadang wisatawan sulit diatur.

“Kami sudah sediakan tempat cuci tangan, nanti juga kami akan jual masker di depan. Setiap pengunjung yang datang nanti wajib pakai masker, kalau mereka tidak bawa dari rumah bisa beli di sini,” jelasnya.

Kawasan wisata Mangrove Sekotong Tengah memiliki daya tarik jembatan kayu yang membelah hutan mangrove. Jembatan kayu sepanjang 300 meter lebih ini dibangun dari anggaran dana desa sebesar Rp 710 juta sejak November 2019 lalu.

Selain jembatan kayu, ada juga warung yang dibangun di tengah laut menjadi daya tarik wisatawan. “Nanti kami di sini akan jual menu khas laut Desa Sekotong Tengah, ada sate kerang, ikan bakar, dan lainnya,” jelas Sarapudin.

Dibukanya wisata Mangrove Sekotong Tengah ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat setempat. Mereka bisa berjualan makanan, jagung bakar, snack, minuman hingga parkir. “Kalau parkir include dengan tiket masuk Rp 3 ribu saja,” terang Sarapudin.

Sementara salah seorang pengunjung kepada Lombok Post mengaku sangat senang mengunjungi lokasi wisata ini. Ayu, warga Gunungsari bersama temannya Denda Novita dan Ulfa warga Mataram mengaku sudah lama merencanakan datang ke sini. “Saya tahu tempat ini dari media sosial. Tempatnya bagus,” ujarnya.

Mereka menilai banyak spot foto yang menarik di lokas wisata mangrove ini. Ditambah, tempatnya yang indah dan tidak terlalu sulit dijangkau. “Cuma mungkin perlu dikembangin lagi untuk kulinernya lebih banyak menyediakan makanan khas laut. Kerang, atau menu khas di sini,” ujar Ayu bersama teman-temannya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks