alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Korona Terus Bertambah, RSUD di Lobar Penuh, Tak Terima Pasien Rujukan

GIRI MENANG-Rumah sakit daerah di Lombok Barat penuh. Ini akibat dari melonjaknya pasien positif Covid-19. Dua rumah sakit milik Pemkab Lobar pun, kini tak bisa menerima rujukan pasien anak-anak.

“Tadi saya ke RS Tripat, untuk anak memang penuh. Di RSAM Narmada juga penuh, belum ada ruang NICU,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Lobar drg Hj Ni Made Ambaryati kepada Lombok Post, Sabtu (6/6) lalu.

Dampaknya, dua rumah sakit ini belum bisa menerima rujukan puskesmas. Informasi yang dihimpun Lombok Post dari Pemdes Merembu, Sabtu lalu pasien bayi lima bulan dengan pneumonia meninggal dunia di Puskesmas Kediri.

Bayi tersebut tak bisa dirujuk sehingga dirawat sementara di Puskesmas. “Bayi itu sesak nafas. Meninggalnya di Puskesmas Kediri,” beber Kades Merembu Muhazab Hanafi kemarin (7/6).

Ambar mengatakan, jika pneumonia gejala berat tidak bisa dirawat di RSAM Narmada. Sementara kondisi di RS Tripat penuh. RS Provinsi dan RSUD Kota Mataram juga dikatakannya penuh. “NICU-nya penuh,” kata mantan Kepala Dinas Sosial Lobar tersebut.

Tak hanya ruangan rumah sakit yang penuh, puluhan tenaga kesehatan juga kini tengah dirawat setelah dinyatakan positif Covid-19. “Tenaga kesehatan yang tugas di Lobar ada 24 yang positif. Menunggu hasil Swab yang sekarang antreannya panjang,” sambungnya.

Terpisah, Dirut RSUD Tripat Gerung drg. Arbain Ishak mengatakan, Sabtu (6/6) lalu sempat tersedia sembilan bed untuk anak-anak. Namun, kini semua bed sudah terisi. Sehingga tidak tersedia bed untuk melayani pasien baru.

Sementara Dirut RSAM Narmada dr. AAN Putra Suryanatha juga mengungkapkan kondisi yang sama. RSAM Narmada belum bisa menerima pasien rujukan anak karena kondisi ruangan yang penuh. “Betul, sekarang benar-benar full pasien,” jawabnya.

RSAM Narmada memang sejak beberapa bulan terkahir menjadi salah satu rujukan fasilitas pelayan kasus Covid-19. Sehingga, berdampak pada layanan kesehatan yang lainnya. “Begitu ada bed kosong, kita terima lagi sesuai kemampuan rumah sakit,” tandasnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pak Wali..!! Kelurahan Cakra Barat Butuh APD Segera

Kelurahan Cakranegara Barat, salah satu wilayah yang berstatus zona merah di Mataram. Tidak main-main. Sebanyak 27 warga kelurahan ini dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Warga kelurahan ingin status wilayah tempat tinggalnya keluar dari zona merah. Mereka butuh bantuan pemerintah.

Penanganan Kasus Pernikahan Sejenis Dialihkan ke Polres Lobar

Kasus pernikahan sesama pria  SU alias Mita dengan MU menyeret pejabat yang mengeluarkan rekomendasi dan menerbitkan surat nikah. Yakni  Kepala Lingkungan (Kaling) Pejarakan, Lurah Pejarakan Karya, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ampenan

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks