alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Warga Lobar Ngadu ke Polisi, Gagal Malam Pertama Ternyata Sang Istri Laki-laki

GIRI MENANG–Nasib sial dialami MU. Warga Kecamatan Kediri, Lombok Barat (Lobar).

Niat hati mempersunting istri, Pria 31 tahun itu ternyata menikahi seorang laki-laki. Pria yang dinikahinya berinisial MI alias SU, 25 tahun. Warga Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

MU awalnya tidak tahu kalau MI adalah seorang pria. Sebab, ia hanya mengenal calon “istrinya” lewat media sosial (Medsos). “Sabtu tanggal 6 Juni, sore hari ada seorang laki-laki mengadu ke Polres Lobar. Ia merasa  ditipu oleh orang yang mengaku perempuan,” jelas Kasubbag Humas Polres Lobar Iptu Ketut Sandiarsa kemarin (7/6).

Setelah pernikahan dilangsungkan secara sah di rumah mempelai, identitas MI baru diketahui beberapa hari setelahnya. Ternyata orang  yang dinikahi MU tersebut berjenis kelamin laki-laki. “Kita masih melakukan pendalaman,” jelas Sandiarsa.

Dari keterangan korban, ia berkenalan dengan MI melalui media sosial. Setelah perkenalan tersebut, mereka merasakan ada benih-benih cinta. Hingga akhirnya mereka berdua  sepakat melakukan pernikahan Selasa 2 Juni lalu.

“Sekitar pukul 10.00 wita (pernikahan) disaksikan oeh beberapa saksi dan tokoh agama. Sehingga dengan pernikahan itu resmilah MU dan MI menjadi suami istri,” terang Sandiarsa.

Saat akad nikah, konon wali nikah MI adalah pihak dari KUA. Karena ia mengaku hidup sebatang kara. Tidak memiliki keluarga.

Kejanggalan mulai dirasakan MU pada malam pertama. MI menolak untuk berhubungan suami istri dengan alasan sedang datang bulan. Kemudian di malam berikutnya, ia tiba minta cerai dari MU dan kabur.

Akhirnya MU pun curiga. Sehingga ia mencari informasi di tempat tinggal MI. Dari keterangan Ketua RT tempat tinggal MI, disampaikan jika MI seorang laki-laki. Bukan perempuan. Dari keterangan tersebut, MU merasa tertipu dan mengadukan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Kasatreskrim Polres Lobar AKP Dhaffid Siddiq mengatakan, MI mengamankan diri di Polres Lobar. Karena ia nyaris dihakimi warga. “Dari keluarga pelapor tidak terima dan mau menghakimi sendiri,” jelasnya.

Laporan pengaduan dari pelapor sementara arahnya ke penipuan. “Namun kami melakukan penyidikan lebih lanjut,” tandas Kasatreskrim. (ton/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks