alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Korban Gempa Utang Beras

GIRI MENANG-Hampir setahun berlalu, gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter mengguncang Pulau Lombok. Dampaknya masih begitu terasa hingga saat ini. Puluhan ribu rumah warga Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang rusak akibat gempa masih belum selesai diperbaiki. Tak hanya itu, dampak ekonomi yang disebabkan gempa juga masih dirasakan masyarakat.

“Sampai sekarang kehidupan kami belum bisa normal,” ujar Hj Zakiah ditemui Lombok Post di kawasan perumahan hunian sementara (Huntara) di Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Minggu kemarin (7/7).

Ia mengaku tinggal di Huntara terasa jauh berbeda dengan rumahnya sebelum runtuh akibat gempa. Sejak tinggal di Huntara, ia tidak bisa melaksanakan aktivitasnya seperti biasa. Misalnya berjualan nasi campur yang merupakan mata pencahariannya sejak bertahun-tahun silam.

“Sebelum gempa saya berjualan nasi di rumah. Dalam sehari rata-rata bisa dapat jualan Rp 200 ribu,” akunya.

Sayangnya, semenjak tinggal di Huntara, aktivitasnya berjualan nasi campur menjadi terhenti. Zakiah mengaku sudah berupaya mencoba menjual nasi campur di sekitar kawasan Huntara. Tidak banyak warga yang membeli nasi yang dijualnya. Kondisi ekonomi warga yang tinggal di Huntara juga cukup sulit.

“Kadang dapat Rp 50 ribu jualan, kadang nggak dapat jualan sama sekali,” tuturmya.

Penghasilannya dari berjualan nasi campur di area Huntara beberapa kali tak bisa menutupi kebutuhan sehari-hari. “Makanya kami kadang juga berutang beras. Karena sejak beberapa bulan lalu kan sudah tidak lagi dapat bantuan apa-apa,” akunya.

Khaeriah, pedagang sembako yang juga korban gempa di Desa Kekait mengaku, ekonominya masih belum bisa stabil seperti sediakala. Akibat daya beli masyarakat Kekait merosot. Ini juga berdampak pada omzet penjualan sembakonya. “Sementara kita sama keluarga juga butuh makan setiap hari,” akunya.

Warga berharap proses pembangunan rumah warga yang terdampak gempa bisa segera selesai. Agar warga yang saat ini masih tinggal di Huntara bisa kembali ke rumahnya.

Lambannya proses perbaikan rumah korban gempa di Desa Kekait yang diketahui Hj Zakiah dan Khaeriah akibat kendala tukan bangunan. Mereka mengaku sudah menerima bantuan sejak beberapa bulan lalu. Namun perbaikan terkendala minimnya keberadaan tukang. “Saya pilih RIKO dan sudah bangun pondasi. Tapi tukangnya harus bergerak membangun rumah lain karena kan jumlah rumah rusak ini ada ribuan,” ucap mereka.

Ini yang membuat proses perbaikan rumah korban gempa berjalan lambat di Desa Kekait. Sebelumnya, Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar melalui Kabid Perumahan Lalu Ratnawi mengaku proses percepatan telah diupayakan. Pihaknya menargetkan agar tahun ini semua warga yang telah menerima bantuan bisa menyelesaikan pembangunan rumanya. “Kami targetkan untuk 72.220 warga korban gempa yang sudah menerima bantuan bisa selesai membangun rumahnya tahun ini,” ucapnya kepada Lombok Post.

Sisanya, sekitar 5.651 warga korban gempa yang belum tersentuh akan ditangani menyusul kemudian. Karena saat ini Pemkab Lobar masih mengajukan bantuan susulan tahap II kepada mereka. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks