alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Tolak Protokol Covid 19, Pasien Korona di Gunungsari Dimakamkan Seperti Biasa

GIRI MENANG-Pemakaman Ny. M, 47 tahun warga Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari yang diduga terpapar virus Korona dilaksanakan, Selasa (7/7). Pihak keluarga melakukan pemakaman secara normal dan menolak penerapan protokoler Covid-19.

“Yang perlu kami konfirmasi ke semua pihak pengantar jenazah, awal sakit almarhumah karena terserempet kendaraan di jalan sekitar Pasar Lilir,” jelas pihak keluarga saat prosesi pemakaman berlangsung menggunakan pengeras suara.

Korban kemudian mengeluhkan rasa sakit di bagian pinggulnya. Sehingga ia berobat ke RS Metro Medika di Rembiga, Kota Mataram. Korban dirawat selama satu hari satu malam di rumah sakit tersebut. Namun karena kondisinya tak juga membaik, ia akhirnya dirujuk ke RSUD Kota Mataram.

Setelah dirawat di RSUD Kota Mataram, korban meninggal dunia di sana Senin (6/7) lalu. Menurut rilis pihak rumah sakit, M yang sudah meninggal dunia dinyatakan positif Korona berdasarkan hasil Swab. Sehingga pemakamannya pun harus menggunakan standar protokoler Covid-19.

Inilah yang sulit dipahami pihak keluarga. Karena sebelum mengeluhkan pinggul akibat terserempet kendaraan, M juga diketahui memiliki riwayat penyakit sesak nafas. Sehingga pihak keluarga melakukan negosiasi dan komunikasi sejak sore hingga malam hari.

Dalam negosiasi ini, ratusan warga bersama keluarga datang meminta pihak RSUD Kota Mataram agar jenazah dipulangkan.

Kepala Desa Mekarsari Nasrudin mengatakan, pemakaman yang dilakukan secara normal sulit dibendung. Karena M memiliki keluarga yang banyak. Ditambah, adat dan kultur warga Desa Mekarsari begitu kuat.

“Desa Mekarsari ini warganya keluarga semua. Kalau ada warga meninggal dunia, semua akan ikut terlibat memandikan, salat, hingga memakamkan. Semua aktivitas mereka tinggalkan,” terangnya memaparkan bagaimana kuatnya ikatan emosional di kalangan warga Mekar Sari.

Ini yang menyebabkan kesedihan mendalam dialami semua warga ketika salah satu dari mereka dinyatakan meninggal dunia dan positif Korona. “Warga meyakini ada Korona. Yang nggak diyakini dan nggak diterima warga itu keluarganya dinyatakan meninggal karena Korona,” bebernya.

Apalagi penyebab meninggalnya M menurut Kades Mekarsari sudah jelas. Akibat terserempet kendaraan dan riwayat sesak nafas. “Keyakinan keluarga penyakitnya memang ada sesak,” cetusnya.

Camat Gunungsari Mudasir didampingi Kapolres Lobar Selaku Ketua Tim Reaksi Cepat Penanganan Covid-19 AKBP Bagus Satriyo Wibowo sempat negosiasi dengan warga. Meminta agar pemakaman dilakukan tetap menerapkan protokoler kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Sayangnya, upaya negosiasi dengan warga tak berhasil. Ratusan warga tetap melakukan pemakaman secara normal.

“Warga tidak percaya (almarhumah positif Korona) karena kronologi penyebab kematiannya awalnya karena kecelakaan diserempet itu kemudian keseleo. Itu penyebabnya dibawa ke rumah sakit,” beber Camat.

Pantauan Lombok Post, ratusan warga melakukan pemakaman secara normal sekitar pukul 14.00 Wita. Mereka yang datang ke tempat pemakaman mengantarkan jenazah sebagian besar tidak mengenakan masker. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks