alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Awasi Obat dan Makanan, BBPOM-Pemkab Lobar Lanjutkan Kerja Sama

GIRI MENANG-Balai Besar POM Mataram bersama Pemkab Lobar melakukan penandatanganan kerja sama tentang Pengawasan Obat dan Makanan Terpadu di Aula Kantor Bupati Lobar, Kamis (7/10/2021).

“Ini merupakan kehormatan bisa kembali menjalin kerja sama. Ditandai dengan penandatangan MoU atau Nota Kesepahaman,” kata Kepala Balai Besar POM Mataram I Gusti Ayu Adhy Aryapatni.

Ia menerangkan, penandatangan kesepakatan bersama ini merupakan perpanjangan kerja sama sebelumnya yang habis bulan April tahun ini. Kerja sama kembali dijalin untuk dapat menjamin peredaran obat dan makanan yang aman di Lobar. ”Ini pengalaman pertama saya, membanggakan kami diundang pada acara Rapim II Pemkab Lobar ini. Kami mengucapkan terima kasih pada Bupati dan jajaran,” tuturnya.

Diterangkan, selama ini dukungan Pemkab Lobar dalam pengawasan obat dan makanan sudah sangat baik. Karena pengawasan obat dan makanan bukan hanya menjadi tugas Badan POM sendiri, namun semua pihak.

”Kami mohon terus-menerus support, kerja sama, sinergisme kita,” tambahnya.

Menurutnya, Pemkab Lobar telah menindaklanjuti Inpres No 3 Tahun 2017 kemudian Instruksi Gubernur NTB untuk membentuk tim koordinasi pengawasan obat dan makanan. Itu pun secara teknis operasional dilaporkan kepada Bupati Lobar sudah sangat baik.

Staf di lapangan juga sudah bekerja sama dengan sangat baik bersama OPD terkait. Ada Dinas Kesehatan, Dinas Perindag, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan lainnya. “Kami harapkan bisa bekerja sama lebih baik lagi untuk mengawal keamanan obat dan makanan, khususnya di Lobar,” ujarnya.

Sementara Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengatakan, pihaknya telah melakukan kerja sama berturut-turut. Dimana, kerja sama yang dilakukan tujuannya adalah untuk menjamin peredaran obat dan makanan yang aman.

Ia meminta untuk Dinas Koperasi dan Dinas Perindag betul-betul dimanfaatkan. Supaya pelaku usaha, pelaku industri kecil dari sisi keamanan, keyakinan orang yang membeli. Termasuk legalitas dari usaha warga yang dijalankan. Sehingga bisa menjamin dari sisi kesehatan, kandungan gizi, betul-betul bisa tercapai.

”Saya membayangkan, terasi Lobar kalau di BBPOM kan bisa keluar Lombok,” ujarnya.

Hal ini bisa terjadi bila bicara dari sisi harga dan kualitas tidak kalah saing dengan daerah lainnya. Produk di Lobar harus bisa sukses dan bisa berkuasa dan secara mayoritas menguasai pasar di Lombok.

”Dari sisi harga saya yakin bisa bersaing,” imbuhnya.

Namun Fauzan mengakui kelemahan di sektor pemasaran dan faktor-faktor yang mendukung pemasaran tersebut. Seperti sertifikasi dari BBPOM tersebut dan pengembangan produk turunan.

”OPD terkait harus bergerak dan koordinasi dengan BBPOM mengidentifikasi pelaku usaha dan industri kecil sehingga dapat difasilitasi,” tuturnya.

Masalah pengawasan obat dan makanan sudah berjalan. Termasuk koordinasi yang telah berjalan selama ini.

”MoU ini ingin kita perluas, tidak hanya dalam konteks pengawasan tetapi juga ada fungsi pembinaan kepatuhan pelaku UKM IKM di Lobar,” kata dia. (nur/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks