alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Polres Lombok Barat Musnahkan Sabu Senilai Rp 400 Juta

GIRI MENANG-Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil meringkus kurir narkoba di wilayah Senggigi. AF, 34 tahun, warga asal Aceh ditangkap polisi Selasa pukul 23.30 Wita setelah kedapatan menyimpan 200,5 gram narkotika jenis sabu.

Narkotika ini rencananya akan diselundupkan ke kawasan pariwisata Gili Trawangan. “Tersangka adalah pengguna sekaligus kurir. Ini adalah aksi yang kedua kalinya dia lakukan,” jelas Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi, kemarin (7/11).

Pria asal Aceh ini mengaku datang ke Lombok Senin lalu. Sebelumnya, ia tinggal di Kabupaten Banyu Mas. Ia datang ke Lombok setelah pada Hari Minggu (3/11) dihubungi rekannya berinisial H, warga Ampenan. Oleh H, AF diminta menjadi kurir pengantar sabu.

Setelah dikirim uang untuk membeli tiket dan ongkos, AF bertemu H di hotel sekitaran Bandara Praya Lombok Tengah. Ia sempat menginap di sana selama sehari.

Saat di hotel, H menyerahkan narkotika jenis sabu kepada AF. Ia meminta agar sabu dibawa ke Mataram untuk bertemu IR yang sudah menunggu di sana.

Selasa siang, mereka berdua check out menuju sebuah Rumah Makan di Cakranegara. Malam harinya AF dan H dihubungi IR untuk menuju ke lokasi sekitaran PLN di Ampenan. Mereka diduga sempat menggunakan sabu tersebut di lokasi pertemuan. “Setelah itu, AF pergi ke salah satu hotel di wilayah Senggigi,” beber Kapolres.

Rencananya, dari Senggigi ia akan bergerak untuk menyeberang ke Gili Trawangan. Namun, belum sempat melancarkan aksinya, ia terlebih dulu ditangkap pada Selasa pukul 23.30 Wita di salah satu hotel di kawasan Senggigi.

“Barang bukti rencananya bakal diedarkan di Gili Trawangan. Aksi pertama dulu pernah lolos. AF ini menerima imbalan Rp 10 juta. Dan di aksi kedua ini, ia dijanjikan Rp 20 juta,” terang Heri, sapaannya.

Setelah dilakukan tes urine, ternyata AF juga positif sebagai pengguna. Ia mengaku tidak tahu dari mana sabu tersebut berasal. Karena tugasnya hanya mengantarkan. Dari pendalaman Polres Lobar, ada indikasi upaya penyelundupan narkoba ini juga dikendalikan oknum dari balik lapas Mataram. Untuk itu, penyelidikan lebih lanjut akan terus dilakukan. “Baru indikasi saja ke arah sana,” ujar Heri.

Sejumlah barang bukti yang diamankan diantaranya empat klip narkotika jenis sabu dengan berat 200,5 gram. Kemudian ada juga dua buah korek api, dua unit HP, satu buah tas selempang, dan uang Rp 850 ribu. “Jika dirupiahkan barang bukti sabu ini nilainya bisa sampai Rp 400 juta,” ucap Heri yang dalam waktu dekat akan pindah tugas ke Polda NTB.

Pihak Polres Lobar akhirnya kemarin mengundang pihak Pengadilan Negeri Mataram bersama tokoh masyarakat untuk menyaksikan pemusnahan barang bukti sabu. Menggunakan air panas, detergen dan sejumlah bahan kimia lainnya. Sabu dituangkan hingga mengeluarkan gas asap. Setelah itu, larutan tersebut dibuang ke dalam selokan kamar mandi.

Setelah pemusnahan, Kapolres menegaskan jika AF kini terancam Pasal 112 ayat 1, pasal 114 ayat 2, pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman 20 tahun dan denda Rp 1 miliar.

AF sendiri ketika diminta keterangan oleh wartawan menolak berbicara banyak. Ia hanya menunduk berusaha menghindari sorotan kamera. “Nggak usah,” jawabnya singkat menolak diwawancara.

Sementara Dewa Ketut Widana pihak saksi dari Pengadilan Negeri sudah memastikan jika barang bukti dimusnahkan. “Sesuai undang-undang. Karena itu membahayakan, maka harus dimusnahkan,” jelasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks