alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Gus Ari Deadline Pemkab Lobar Terkait Sengketa Lahan SMPN 2 Gunungsari

GIRI MENANG-Pemkab Lombok Barat (Lobar) masih belum menyerah terkait sengketa lahan SMPN 2 Gunungsari. Pemkab berencana mengajukan upaya Peninjau Kembali (PK) menyusul putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan I Gusti Bagus Hari Sudana Putra selaku pemilik lahan.

Pemkab Lobar mengklaim mengantongi bukti yang menunjukkan bahwa lahan tersebut merupakan aset daerah. Bukti berupa surat peminjaman sertifikat di atas materai di tahun 2011. Menanggapi hal ini, I Gusti Bagus Hari Sudana Putra meladeninya dengan santai.

“Kami tidak mengerti dengan ceritanya pemda, sertifikat lahan ini dipinjam atau apalah. Bukti itu sudah pernah diajukan saat kasasi,” ungkapnya, kemarin (8/3).

Hanya saja, fakta pengadilan, kata Gus Ari –sapaannya- sudah seperti saat ini adanya. Pemilik sah atas lahan seluas 1 hektare tersebut yakni dirinya. Karena baik objek maupun legal formalnya itu ada dipihaknya. “Kalau pemda klaim pinjam pakai saya tidak tahu. Yang jelas sertifikat itu tetap dipegang orang tua saya di rumah tidak pernah kemana-mana,” bebernya.

Gus Ari juga mengakui menerima informasi Pemkab Lobar sempat mengajukan balik nama sertifikat atas nama orang tuanya tersebut untuk menjadi milik Pemda Lobar. Namun kemudian usulan tersebut ditolak BPN. “Itu juga menjadi salah satu fakta pengadilan. Kenapa usulan balik nama tersebut ditolak BPN,” paparnya.

Sehingga jika Pemkab Lobar mengajukan PK, ia mempersilakannya. Namun ia mengaku tetap memberikan ruang bagi Pemkab Lobar untuk membayar lahan tersebut. Menghindari agar siswa tidak direlokasi ketika lahan tersebut nantinya dieksekusi. Ia juga mengatakan menunda eksekusi dengan alasan kemanusiaan. “Saya tidak ingin eksekusi nanti diwarnai dengan aksi ada siswa jelang ujian. Saya memberikan ruang sampai 30 Juni bagi Pemkab Lobar agar membayar supaya mereka tidak kembali malu,” sindirnya.

Sindiran Gus Ari ini mengacu pada sejumlah kekalahan Pemkab Lobar atas gugatan kasus hukum. Misalnya seperti sengketa lahan di Pasar Tawun Desa Sekotong Barat. “Selama ini Pemkab Lobar selalu kalah dalam gugatan karena tidak memiliki bukti legal formal kepemilikan tanah,” tandasnya.

Bupati Lobar Fauzan Khalid sebelumnya mengklaim Pemkab Lobar mengantongi bukti kepemilikan lahan yang akan menjadi dasar pengajuan PK. “Kami punya bukti peminjaman sertifikat. Jadi sebelumnya sertifikat lahan ini sudah ada di Pemda, belum balik nama. Kemudian dipinjam tahun 2011. Dan surat peminjaman itu sudah ada, di atas materai,” beber Fauzan.

Sehingga muncul pertanyaan dalam benak Fauzan apa alasan Pemda Lobar saat itu meminjamkan sertifikat lahan itu. Kemudian bagaimana mungkin pihak yang meminjam sertifikat tidak mengembalikan dan justru mengklaimnya.

Atas dasar itulah kemudian pihak Pemda dikatakan Bupati saat ini mengambil langkah Peninjauan Kembali (PK). “Makanya saya imbau warga jangan mengklaim atau mengakui lahan yang bukan miliknya. Kedua saya akan lebih ketat ke dalam, belajar dari kejadian ini (peminjaman sertifikat),” terangnya.

Terkait PK yang tidak menghentikan proses eksekusi pengadilan, Fauzan menegaskan Pemkab Lobar sudah menyiapkan langkah antisipatif. Misalnya dengan merelokasi siswa ke sekolah terdekat atau bangunan milik Pemkab Lobar. (ton/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks