alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Di Lobar, Kasus Covid-19 dan DBD Kejar-Kejaran

GIRI MENANG—Angka kasus Covid-19 dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lombok Barat terus bertambah. Tercatat hingga tanggal 7 Maret 2021, jumlah kasus Covid-19 bertambah 11 orang, satu diantaranya meninggal dunia dan empat orang sembuh. Kasus DBD bertambah enam orang.

“Kasus aktif positif Covid-19 di Lobar kini menjadi 137 orang. Sementara kasus positif DBD ada 72 kasus,” kata Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Lobar dr Ahmad Taufiq Fathoni.

Lonjakan kasus DBD ini terjadi dalam waktu singkat. Dimana seminggu lalu 66 kasus, kini telah menjadi 72 kasus. “Karena itu, kami sangat mengharapkan warga menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan tempat tinggal. Termasuk juga menggencarkan penerapan protokol kesehatan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan terakhir fogging,” jelasnya.

Kasi Surveilans Pengamatan Penyakit dan Mitigasi Bencana Dikes Lobar I Made Santiana menambahkan, dalam melawan dua penyakit ini, keterlibatan dan kesadaran warga menjadi sangat penting. Karena itu, ia mengajak warga Lobar memberantas DBD dengan gotong royong dan lebih memperhatikan kebersihan lingkungan.

“Kita sekarang harus mulai tegas menyuarakan, bahwa memberantas DBD itu tidak dengan fogging. Tetapi dengan PSN,” jelasnya.

Selama ini, pemahaman masyarakat masih banyak yang keliru dengan menganggap fogging sebagai cara paling ampuh membasmi jentik nyamuk. Padahal, fogging sebenarnya adalah jalan terakhir dengan beberapa kriteria.

“Fogging efektif dilakukan jika angka bebas jentik nyamuk di suatu kawasan berada di bawah 95 persen. Kemudian ada kasus BDB yang diikuti dengan kasus demam yang ada di seputar wilayah tempat tinggal pihak yang terjangkit,” tuturnya.

Proses fogging, kata Santiana, sama dengan menyebar racun insektisida. Sehingga dampaknya pun bisa fatal. Dapat menyebabkan Ispa bagi bayi dan balita. Terutama juga ibu hamil bila menghirup udara yang tercampur dari kegiatan fogging yang dilakukan terus menerus.

“Kalau kita terus memaksakan fogging, nanti malah membuat nyamuknya semakin kebal,” ujarnya. (nur/r3)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks