alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Pernikahan Sejenis di Lobar, Pengakuan Mita Sebelum Nikah Suami Tahu Dirinya Lelaki

SU alias Mita  akhirnya buka suara. Setelah dilaporkan ke polisi, ia mengaku kalau MU, pria yang menikahinya, tahu kalau dirinya seorang laki-laki tulen. Berikut laporannya!

 

Hamdani Wathoni-Giri Menang

 

Warga Lombok Barat (Lobar) geger dengan pernikahan sesama jenis yang terjadi di Kecamatan Kediri. SU alias Mita, laki-laki 25 tahun warga Kecamatan Ampenan dilaporkan “suaminya” MU, 31 tahun, warga Kecamatan Kediri atas kasus penipuan.

MU melaporkan SU ke pihak kepolisian setelah merasa ditipu karena tidak tahu jika istri yang dinikahinya ternyata seorang laki-laki. Namun demikian, kepada wartawan SU alias Mita mengaku jika suaminya MU memang tahu dirinya adalah laki-laki bahkan sebelum menikah.

“Dia tahu saya laki-laki, dia tahu saya tidak punya payudara. Dia tahu saya punya (alat kelamin laki-laki),” ungkapnya di hadapan pihak kepolisian, Senin (8/6).

Kemarin, SU pun bicara blak-blakan. Ia menceritakan awal mula perkenalannya dengan MU. “Lewat aplikasi media sosial,” katanya.

Menurut SU, awalnya MU tak mengetahui dirinya laki-laki. Mereka saling mengenal dan menjalin asmara sejak Februari lalu. “Di setiap saya chat telponan, sering saya bangunin dia. Dari sana mungkin dia ada rasa,” duga SU.

Baca Juga : Curhat MU Mantan Suami Mita (1) : Kencan Pertama di Udayana, Terpedaya Hingga Malam Pertama

Beberapa kali MU mengajaknya menikah. Namun ia menolak, meminta menjalani hubungan perkenalan lebih lanjut agar bisa saling memahami satu sama lain. “Pernah saya bilang mau putus, tapi dia bilang mau bunuh diri,” akunya.

Saat itu, MU masih belum sadar jika SU yang mengaku sebagai Mita adalah seorang laki-laki. Hingga pertama kali mereka bertemu, ia juga tidak menyadari orang yang akan dinikahinya adalah laki-laki tulen. “Dia memang tidak tahu saya laki-laki, tapi saat pertama saya ke rumahnya, dia paksa saya bersetubuh,” akunya.

Akibatnya, sebelum akad nikah dilaksanakan, SU mengaku sempat berhubungan badan tiga kali. Setelah menikah mereka juga sempat berhubungan badan sekali. Jadi totalnya empat kali.

Dari beberapa kali berhubungan badan, akhirnya identitas SU yang berjenis kelamin laki-laki terbongkar. Sehingga pada suatu malam MI akhirnya meminta cerai. “Dia ajak saya pulang dengan baik-baik. Bukan kabur. Saya berada di rumah MU satu minggu,” bebernya.

Sementara dari keterangan Kasatreskrim Polres Lobar AKP Dhafid Shiddiq MU selaku pelapor mengaku tidak tahu jika MI adalah seorang laki-laki. Meskipun diakui pelapor jika ia dan SU memang pernah berhubungan badan.

“Mereka memang sempat berhubungan badan empat kali. Mohon maaf lewat dubur. Pengakuan terlapor, karena yang bersangkutan mengaku sedang datang bulan,” beber Shiddiq.

Namun gelagat SU dari hari ke hari makin mencurigakan. Hingga ia meminta cerai, MU dan pihak keluarga menelusuri identitasnya. Baru kemudian diketahui ia ternyata seorang laki-laki. “Boleh saja SU mengaku jika identitasnya seorang laki-laki sudah diketahui suaminya. Nanti keterangan saksi dan bukti yang kami kumpulkan,” tegasnya.

Informasi sementara yang didapatkan pihak kepolisian, MU dan Mita melangsungkan pernikahan di Desa Gelogor, Kecamatan Kediri. Mereka dinikahkan oleh kepala dusun tanpa wali nikah. Lantaran SU mengaku hidup sebatang kara. “Mereka nikah siri,” jelasnya.

Terkait identitas di KTP, pihak kepolisian mendapatkan data jika SU melakukan pemalsuan. “Dia pinjam KTP seseorang atas nama Mita lalu diganti fotonya kemudian difotokopi. Sehingga saat pernikahan dia menggunakan KTP palsu,” beber Kasatreskrim.

Motif penipuan yang dilakukan MI kini masih didalami. Apakah ia melakukannya karena motif uang atau suka dengan sesama jenis. Jika terbukti melakukan penipuan, maka amcaman hukumannya empat tahun penjara. (*/r3)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks