alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Lima Petugas Puskesmas Kuripan Lombok Barat Positif Tertular Korona

GIRI MENANG-Jumlah tenaga kesehatan Lombok Barat (Lobar) terpapar virus Korona terus bertambah. “Yang terkonfirmasi positif di Puskesmas Kuripan itu ada lima orang. Tiga perawat dan dua bidan,” jelas Kepala Puskesmas Kuripan M Husni kepada Lombok Post, Rabu  (8/7).

Lima tenaga kesehatan ini disinyalir terpapar Korona sejak akhir Juni lalu hingga awal Juli ini. Kelimanya sekarang mendapat perawatan di Asrama Haji yang dijadikan pusat perawatan pasien Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi NTB. Meski sejumlah tenaga kesehatan dinyatakan positif, pelayanan di Puskesmas Kuripan tetap berjalan.

“Pernah disampaikan apakah Puskemas yang di dalamnya terdapat tenaga kesehatan yang positif bisa disterilkan selama 14 hari seperti di Lombok Timur. Namun di Lobar tetap diberikan pelayanan ke masyarakat,” jelasnya.

Belum bisa dipastikan, di mana para tenaga kesehatan ini terpapar Covid-19. Bisa jadi di tempat tinggal mereka. Kemudian ada juga yang berpotensi terpapar saat melakukan tracing terhadap keluarga korban yang dinyatakan positif Covid-19.

Di Kecamatan Kuripan, sampai saat ini ada 11 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Delapan orang berdomisili di Kuripan, tiga orang memiliki dokumen administrasi kependudukan Kuripan namun tinggal di tempat lain.

Dengan banyaknya kasus Covid-19 di Kecamatan Kuripan, baik Nakes maupun warga biasa, pihak Puskesmas meningkatkan disiplin tenaga kesehatan dan pengunjung menggunakan APD.

“Kami minta lebih ketat lagi penggunaan APD bagi tenaga kesehatan dan pengunjung Puskesmas. Pelayanan tetap kita berikan, cuma saat beberapa petugas medis dinyatakan reaktif hingga positif, pelayanan untuk siang dan sore sempat kita tiadakan,” terangnya.

Husni berharap masyarakat bisa lebih menghargai para tenaga kesehatan yang bertugas di Puskemas maupun di rumah sakit. Mereka telah berjuang sepenuh hati melayani warga. Namun banyak warga yang beranggapan jika tenaga kesehatan mengambil keuntungan di tengah Covid-19 ini.

“Sampai sekarang insentif saja belum dibayarkan. Kemudian ada yang menganggap ini dijadikan bisnis. Kan kami prihatin. Apalagi banyak tenaga kesehatan yang meninggalkan keluarga mereka karena terpapar Korona,” ungkapnya.

Hal yang sama juga pernah disampaikan Dirut RSUD Tripat Gerung drg. Arbain Ishak. Ia menyayangkan perlakuan masyarakat ke tenaga kesehatan kurang baik. “Bahkan ada tenaga kesehatan kami yang dipukul karena warga mengambil paksa jenazah pasien yang PDP Covid-19,” ungkapnya.

Hal ini kadang membuat tenaga kesehatan merasa dilema melayani masyarakat. Di satu sisi, mereka melaksanakan tugas. Di sisi lain, masyarakat banyak yang memiliki anggapan jika tenaga kesehatan menjadikan wabah Korona bisnis.

“Kami dilema. Kami tidak tangani akan jadi masalah. Kami tangani akan seperti ini. Kami di rumah sakit hanya melaksanakan tugas,” kata Arbain.

Ia berharap masyarakat bisa memahami dan belajar dan mencari informasi yang sebenarnya dari pihak yang kompeten. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pasien Korona Keluyuran, NTB Siapkan Denda Rp 50 Juta atau Penjara

Pasien positif Covid-19 wajib menjalani isolasi secara ketat. Jika pasien positif Covid-19 tersebut terbukti keluyuran sebelum dinyatakan sembuh dipastikan akan dipidana. “Ketentuan pidana dalam Perda menyebut, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB H Ruslan Abdul Gani, Kamis  (6/8).

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Sosialisasi dan Penilaian Lomba Kampung Sehat Sampai September

PAMATWIL Kabag Sumda Polres Bima AKP Arief Hamid menggelar asistensi dan pemantauan kesiapan desa-desa di Kecamatan Palibelo, Bima, untuk mengikuti Lomba Kampung Sehat.

Kisah Serbat Jahe Desa Langko Lobar yang Bikin Kepincut Ibu Negara

Di tengah pandemi Korona sekarang ini, stamina dan imunitas tubuh harus tetap terjaga. Nah, minuman tradisional dari Desa Langko, Lombok Barat ini patut dicoba. Bentuknya Serbat Jahe. Ibu Negara Iriana Joko Widodo saja mencobanya.

Potensi Kebakaran Hutan di NTB Tinggi, DLHK Intensifkan Pengawasan

”Petugas KPH kami sekarang patroli 24 jam di lokasi yang selama ini sering terjadi kebakaran hutan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, kemarin (6/8/2020).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks