alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi!

GIRI MENANG-Setahun gempa berlalu, sejumlah warga Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari hingga kemarin (8/8) masih merasakan dampak gempa. Beberapa di antara mereka ada yang masih tinggal di hunian sementara hingga di dalam tenda seadanya.

Dari pengakuan sejumlah warga, hingga saat ini mereka belum mendapatkan bantuan apa-apa. Baik berupa bahan bangunan maupun dana bantuan untuk kembali membangun rumahnya.

“Saya sampai saat ini belum tahu bantuan yang dijanjikan Presiden Jokowi itu seperti apa. Buku tabungan saya nggak pernah lihat,” aku Nuraini, warga Dusun Wadon, Desa Kekait .

Padahal, kondisi rumahnya sama ambruknya dengan warga lain yang sudah mendapatkan bantuan. Namun ia bersama sejumlah warga RT 3 lainnya justru belum mendapatkan bantuan apapun. “SK juga belum ada,” akunya.

Padahal, Nuraini mengaku ingat betul janji Presiden Jokowi saat datang berkunjung ke Desa Kekait awal September 2018 lalu. Presiden dikatakannya menjanjikan jika semua warga yang terdampak gempa akan mendapatkan bantuan tanpa terkecuali.

Namun hingga setahun waktu berlalu, kejelasan mengenai bantuan yang dijanjikan tak ada kabar. Warga hanya diminta untuk terus bersabar. “Kami ingat apa yang dijanjikan pak Jokowi kalau semua warga dapat bantuan. Tapi sampai sekarang saya nggak dapat bantuan apa-apa,” akunya.

Nuraini mengaku saat Jokowi datang, ia sempat senang dengan janji yang diucapkannya. Bahkan ia juga sempat mendapatkan souvernir dari presiden. Ia mengaku mendapat tas yang berisi amplop. “Saya pikir isi amplopnya uang, ternayata isinya hanya slayer,” akunya.

Senada dengan Nuraini, Rahmat Hidayat warga lainnya juga mengaku mendengar langsung janji presiden untuk memberikan bantuan kepada warga. Kala itu, ia mengingat Presiden menjanjikan bantuan Rp 50 juta kepada warga Desa Kekait yang terdampak gempa. Karena saat itu nyaris semua warga yang terdampak gempa rumahnya mengalami kerusakan berat.

“Tapi setahun sudah berlalu, kami belum dapat bantuan. Jadi kami menunggu apa yang dijanjikan (presiden),” cetusnya.

Rahmat mengaku dirinya memang sudah mendapatkan bantuan berupa buku tabungan. Sayangnya, bantuan tersebut tidak bisa dicairkan. Oleh fasilitator ia dikatakan sudah mulai membangun rumahnya sendiri. Sehingga ia dikeluarkan dari Pokmas.

Padahal, bangunan rumahnya belum selesai. Namun ia justru tidak mendapatkan bantuan apa-apa. “Sudah lama tinggal di tenda, makanya mulai bangun dari dana pinjaman mertua. Tahunya malah sampaui sekarang nggak dikasih bantuan,” sesalnya.

Kepala Desa Kekait HM Zaini mengakui jika saat ini ribuan warganya masih merasakan dampak gempa setahun lalu. Lantaran, hanya sebagian saja yang sudah mendapatkan bantuan dana gempa. Dari data pemerintah Desa Kekait, rumah yang terdampak gempa sebanyak 2.221 unit. Dari jumlah tersebut, hanya 1.200 yang sudah mendapatkan rekening bantuan.

“Kami juga mulai ditagih kapan pembagian rekening ini. Ada ribuan yang belum dapat,” bebernya.

Ia pun beberapa kali mempertanyakan nasib sejumlah warga yang belum menerima bantuan ke pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten. Namun tidak ada kepastian yang didapatkan. “Jawabannya hanya diminta sabar, ya kita sabar,” ucap Zaini. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks