alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam di-Rapid Test

GIRI MENANG-Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Rapid test dilakukan untuk seluruh pekerja hiburan malam. Mulai dari musisi yang mentas, pelayan; hingga pendamping lagu. Usulan tersebut, kata Nur Hidayah sudah disampaikan ke gugus tugas maupun Dinas Pariwisata Lobar.

Bagi politisi Gerindra ini, rapid test bisa memberikan kepastian untuk pengunjung tempat hiburan dan pengelolanya. Dari sisi pengunjung, mereka akan melihat keseriusan pengelola menjalankan protokol pencegahan covid.

”Artinya begini, semakin ketat protokol yang dijalankan, pengunjung tentu merasa semakin aman. Tidak was-was juga,” ujarnya.

Soal pelaksanaan rapid test, bisa dilakukan ketika gugus tugas sudah memberi lampu hijau. Untuk hiburan malam seperti karaoke, spa, dan gym kembali beroperasi.

Nur Hidayah mengatakan, penerapan protokol pencegahan covid tetap menjadi atensi legislatif. Termasuk soal pemberlakuan jam malam. Yang tujuannya untuk membatasi pergerakan dan kerumunan masyarakat di ruang publik.

Soal jam malam ini, sempat dikeluhkan juga pengusaha hiburan di kawasan Senggigi. Hanya saja, Nur Hidayah menyebut belum tepat jika pengusaha hiburan berbicara soal jam malam. ”Jam malam ini kan untuk restoran dan kafe. Kalau karaoke, mereka belum diizinkan untuk buka,” tutur Nur Hidayah.

Meski begitu, DPRD Lobar akan tetap memperhatikan keluhan pengusaha. Berusaha untuk mencari jalan keluar terbaik. Salah satunya terkait tenggat jam malam. Yang semula dibatasi pukul 22.00 Wita bisa mundur ke pukul 24.00 Wita.

”Tapi harus tetap diingat, ketika diberi izin untuk buka, pemilik atau pengelola harus lebih ketat menerapkan protokol covid,” kata Nur Hidayah.

Dia meminta pengusaha mematuhi imbauan pemerintah. Jangan hanya mencari keuntungan dan mengabaikan protokol kesehatan. Apalagi sampai kucing-kucingan dengan pemda.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Lobar Suhermanto mengatakan, pihaknya mendukung penuh segala upaya yang dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

”Kita dari APH tetap berperan. Di depan sebagai bagian membantu satgas covid,” kata Herman.

Herman memastikan tidak ada satupun pengusaha yang menolak penerapan protokol covid. Sebaliknya, mereka menyambut baik apa yang menjadi kebijakan pemerintah.

Hanya saja, ada catatan yang diberikan. Soal pelonggaran jam malam.  Kata Herman, jam normal di tempat hiburan, efektifnya dimulai pukul 22.00 Wita. Saat itu tamu mulai ramai berkunjung hingga pukul 02.00 Wita.

”Dengan adanya pandemi ini, kami cuma minta diperpanjang dua jam saja, sampai pukul 24.00 Wita,” tuturnya.

Permintaan Herman tak lepas dari kebutuhan untuk tetap survive. Menjaga roda ekonomi tetap berputar di kawasan wisata Senggigi. Dampaknya akan terasa untuk pedagang kecil, karyawan, hingga musisi maupun artis yang diundang untuk pentas.

”Mereka bergantung hidupnya di dunia hiburan. Jadi kita harap pemerintah bisa memikirkan nasib mereka juga,” ujar Herman.

Soal usulan rapid tes untuk seluruh pekerja hiburan, Herman juga mendukungnya. Dengan begitu, pengelola tempat hiburan bisa mengetahui apabila ada karyawan mereka yang terindikasi covid. Pencegahan bisa lebih cepat dengan melakukan isolasi mandiri.

Hanya saja, akan sangat berat jika biayanya dibebankan penuh kepada pengusaha. Apalagi di tengah kondisi pandemi sekarang. Finansial dari pengusaha hiburan jatuh hingga titik terendah. ”Kalau memang ada fasilitas dari pemerintah, kita sangat mendukung,” tegasnya.

Herman berharap semua kegiatan hiburan di kawasan Senggigi bisa dibuka kembali. Tentunya dengan menerapkan protokol pencegahan covid. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks