alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Akan Ada Jalan Dua Arah, Jalur Kediri Dibenahi Mulai Tahun Depan

GIRI MENANG-Semrawutnya Kediri, yang dijuluki Kota Santri, akan ditata Pemkab Lombok Barat (Lobar) bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB. ”Sekarang sedang tahapan sosialisasi,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, kemarin.

Fauzan mengatakan, julukan sebagai Kota Santri tidak saja di skala lokal. Namun juga nasional. Sayangnya, ada banyak kekurangan. Kediri terlihat kumuh dan tidak tertata rapi. Di jalur utamanya bahkan kerap terjadi kemacetan.

Persoalan itu yang mulai ditata Pemkab Lobar tahun depan. Dari simpang tiga Kediri ke arah timur hingga Pondok Pesantren Ishlahuddiny, akan dibuatkan jalur dua. Untuk mengurai kemacetan.

”Ini yang akan kita benahi secara bertahap. Supaya kelihatan kalau di sana itu Kota Santri,” ujarnya.

Sekda Lobar H Baehaqi mengatakan, jalur dua nanti akan ditambah dengan sarana prasarana berupa gorong-gorong. Untuk mencegah terjadinya luapan air di jalan raya. ”Nanti panjang jalannya itu sampai satu kilometer yang akan dibuat jalur dua,” kata Sekda.

Anggaran penataan nanti berasal dari BPJN NTB. Kata Baehaqi, bukan saja jalan yang akan dibenahi, pedagang kaki lima yang berada di sisi jalan akan difasilitasi pemkab. Dengan membuat pusat kuliner di sebelah utara jembatan timbang, tepat di depan Pasar Kediri.

”Lokasinya itu aset pemprov. Kita upayakan untuk pinjam pakai. Kalau anggarannya dari APBD 2021. Sudah siap, tinggal dieksekusi,” tutur Baehaqi.

Rencana penataan Kediri, disambut baik Camat Kediri Hermansyah. Katanya, kecamatan sudah mulai turun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi. Sehingga saat pelaksanaan nanti bisa berjalan lancar.

”Kita sambut baik rencana yang akan dilakukan BPJN dan pemda,” kata Hermansyah.

Menurutnya, kawasan Kediri sudah harus ditata. Apalagi di sana kerap terjadi kemacetan, akibat lalu lintas kendaraan yang padat, namun tidak diimbangi dengan lebar jalan yang layak. ”Ini yang masyarakat harapkan, dilakukan penataan. Untuk bisa mengurangi kemacetan,” imbuhnya.

Mengenai rencana pembangunan pusat kuliner, juga disambut baik camat. Secara langsung, akan membawa dampak bagi dari sisi perekonomian masyarakat. Wajah Kediri sebagai Kota Santri juga akan terlihat lebih rapi dan bersih.

”Kalau terwujud ini efeknya dirasakan langsung masyarakat,” tandas Hermansyah. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks