alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Penerbangan Internasional Dibuka, Wisatawan Mulai Pesan Hotel di Senggigi

GIRI MENANG-Bakal dibukanya penerbangan internasional di Bali bulan ini, berdampak pada sektor pariwisata di Lombok Barat. Buktinya, wisatawan mancanegara mulai melakukan booking hotel.

”Pemesanan dari luar (mancanegara) sudah ada, itu yang sifatnya grup. Ada yang dari Jerman, Belanda, dan Scandinavia,” kata Ketua Asosiasi Hotel Senggigi I Ketut M Jaya Kusuma.

Ia mengatakan, baru-baru ini sudah mulai ada calon wisatawan mancanegara melakukan survei dan memesan kamar di hotel kawasan Senggigi. Namun pemesanan itu masih bersifat tentatif. Wisatawan masih memantau situasi dan kondisi di kawasan yang akan dikunjungi.

”Apalagi kita di Lombok ini termasuk dalam destinasi yang sangat dinantikan wisatawan luar,” tambahnya.

Saat ini, dipastikan seluruh hotel di kawasan Senggigi sudah berbenah. Termasuk memastikan sarana dan prasarana yang dimiliki berfungsi dengan baik. Seperti kesiapan kamar hotel, restoran, bar, dan fasilitas lainnya.

Kamar hotel di Senggigi, mulai dari yang berbintang hingga non-bintang kurang lebih sekitar 2 ribu kamar. Sekitar 95 persen hotel di Senggigi itu sudah mulai beroperasi. Pihaknya juga akan tetap menerapkan aplikasi Peduli Lindungi bagi wisatawan.

”Jadi otomatis kita bisa pastikan mereka sudah tervaksin karena dideteksi dengan barcode,” imbuhnya.

Sekarang pesanan kamar hotel di Senggigi, sudah ada pada kisaran 35-40 persen. Terutama pada akhir pekan, yang didukung juga dengan berbagai event yang diselenggarakan Dispar Lobar.

Namun terkait dengan adanya kebijakan wisatawan mancanegara diwajibkan Isolasi Mandiri (Isoman), selama delapan hari setelah tiba di Indonesia. Senggigi belum menyiapkan hotel khusus untuk hal itu.

“Karena kebijakan itu hanya berlaku di entry point, seperti di Bali, yang wajib menyiapkan,” tuturnya.

Ia berharap kebijakan itu dapat dievaluasi kembali pemerintah. Karena dinilai cukup memberatkan bagi wisatawan.

”Pariwisata harapannya ya tanpa isoman. Karena pas mereka akan berangkat kan sudah dipastikan negatif. Setelah tiba di entry point kan mereka akan dicek lagi untuk dipastikan negatif Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua  Astindo NTB Sahlan M Shaleh mengatakan, kebijakan karantina delapan hari akan menghambat kunjungan wisatawan ke Lombok. Menurutnya, bagaimana mungkin wisatawan berminat liburan selama 4-5 hari jika harus dikarantina selama delapan hari.

Selain mengakibatkan biaya semakin besar, wisatawan juga harus mengeluarkan waktu lebih banyak dihabiskan buat karantina. Ditakutkan ini akan membuat wisatawan asing malas berkunjung ke Bali, apalagi mampir ke NTB.

”Wisatawan akan berpikir ulang datang berlibur kalau seperti itu,” tuturnya.

Termasuk saat gelaran WSBK November 2021 dan MotoGP Maret 2022 mengharuskan official lebih lama. Sedangkan mereka ada standar waktu masing-masing official menyiapkan event tersebut.

”Harus dipertimbangkan kembali soal karantina delapan hari ini. Kalau satu atau dua hari, saya rasa masih bisa,” kata dia. (nur/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks