alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Bersandar di Gili Mas, KKP Klaim Penumpang Kapal Pesiar Bebas Korona

LOMBOK BARAT- Senini (9/3)  pagi pukul 06.30 Wita, kapal pesiar Albatros bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat. Kapal pesiar ini membawa 313 awak dan 377 penumpang. Baik awak dan penumpang diperiksa seluruhnya oleh petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Mataram. Mereka naik ke atas kapal pesiar saat masih di tengah laut. Baru setelah seluruhnya dinyatakan klir, para penumpang diperbolehkan turun.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Mataram dr. I Wayan Diantika menegaskan, timnya sudah mulai memeriksa kapal ini sekitar pukul 03.00 Wita dini hari. Tim beranggotakan 10 orang. Pemeriksaan dilakukan di tengah laut. Sebelum kapal diberikan izin untuk bersandar di pelabuhan Gili Mas. Tim KKP menggunakan boat untuk menuju kapal pesiar tersebut.

Ketika memasuki kapal, tim KKP terlebih dulu mendapat pemeriksaan kesehatan oleh tim kesehatan kapal pesiar Albatros. Suhu tubuh tim KKP dicek sebagai langkah kapal juga mengantisipasi masuknya virus Korona.

“Standar kesehatan di dalam kapal cukup ketat. Karena mereka juga tidak mau kapal terinveksi wabah penyakit menular (termasuk korona),” kata Diantika.

Pemeriksaan beres, giliran tim KKP Mataram yang kemudian bekerja dengan memeriksa dokumen kesehatan penumpang kapal. Baik kru maupun penumpang. Mereka meminta dokumen berupa Maritim Declaration Helath dari nakhoda. Termasuk riwayat perjalan kapal yang diketahui datang dari Pelabuhan Benoa Bali tersebut. Tim medis kapal juga menyerahkan semua dokumen riwayat kesehatan penumpang dan kru.

Anggota tim KKP Mataram memeriksa 313 kru kapal dan 377 penumpang yang sebagian besar berasal dari Eropa. Pemeriksaan dilakukan selama tiga jam. Mereka diperiksa tidak hanya kaitannya dengan virus korona. Tetapi juga terkait wabah penyakit menular lainnya.

Setelah dinyatakan klir, kapal Albatros baru diberi izin bersandar di Gili Mas sekitar pukul 06.30 Wita. Sekitar 170 penumpang turun untuk tour ke sejumlah destinasi wisata di Lombok selama sehari. Sisanya memilih diam di dalam kapal.

“Kapal ini juga membentangkan bendera kuning. Itu artinya dari aturan internasional sudah aman,” kata Diantika.

Akan beda kalau ada yang sakit dan jenzah di dalam kapal. Maka, kapal tak akan membentangkan bendera warna kuning tersebut.

Setelah kapal sandar di pelabuhan, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB HL Bayu Windia juga masuk ke dalam kapal. Ia mengaku ditugaskan Gubernur NTB untuk ikut memantau kapal pesiar yang masuk ke wilayah NTB.

“Kami masuk tanpa masker,” kata Bayu.

Dia menegaskan, aksinya itu bukan untuk gagah-gagahan. Tetapi karena pihaknya memang percaya standar pengamanan yang dilakukan KKP Mataram.

Setibanya di dalam kapal, Bayu beserta beberapa orang harus mengikuti pengecekan kesehatan dengan pemindau suhu tubuh. Mereka juga harus steril dengan mencuci tangan. Di dalam, ia bertemu penumpang, kru, hingga kapten kapal.

Begitu penumpang kapal pesiar ini kembali dari destinasi wisata, sebelum masuk ke dalam kapal, mereka juga dicek kembali pada pukul 18.00 WITA. Hal ini untuk mengantisipasi virus atau penyakit menular masuk ke dalam kapal.

“Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan. Pengecekan kesehatan sudah sesuai standar pengamanan,” terang Bayu.

Kepala KSOP Lembar Junaidin mengaku, pihaknya akan tetap memberikan pengawasan ekstra terhadap setiap kapal yang datang. Memastikan agar kapal benar-benar klir sehingga masyarakat tidak resah.

“Sebelum kapal pesiar sandar, mereka harus lapor ke KSOP Lembar 2×24 jam,” jelasnya.

Setelah itu, pihak kapal harus menaikkan bendera kuning tanda kapal aman saat berlabuh. Baru kemudian tim KKP Mataram naik melakukan pemeriksaan sebelum kapal sandar.

Ditanya terkait informasi mengenai Kapal Pesiar Viking Sun yang rencananya akan sandar di Pelabuhan Gili Mas, Junaidin memastikan kapal tersebut batal. Padahal, sesuai jadwal, kapal tersebut harusnya sandar di Pelabuhan Gili Mas Rabu (11/3) besok.

Sementara General Manager Pelindo III Pelabuhan Lembar Baharuddin menjelaskan, kedatangan Kapal Pesiar Albatros kemarin tidak terencana sejak awal. Karena kapal ini awalnya bakal berlabuh di perairan kawasan Senggigi. Namun, karena pertimbangan kesehatan penumpang yang rata-rata berusia di atas 50 tahun maka kapal memilih bersandar di Pelabuhan Gili Mas.

“Karena pengamanan di Pelabuhan Gili Mas sesuai standar,” kata dia.

Pada Maret ini, Baharuddin mengaku ada enam kapal pesiar yang dijadwalkan datang. Ia berharap enam kapal ini bisa sandar sesuai rencana di tengah isu virus Korona. (ili/ton/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks