alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Bukan Bangkit, Lombok Barat Terancam Bangkrut

GIRI MENANG-Kasus Korona di Lombok Barat (Lobar) terus bertambah. Kondisi ini sangat membahayakan bagi pertumbuhan ekonomi jika pandemi Korona berkepanjangan.

“Lombok Barat akan bangkrut jika Covid-19 ini selesainya berkepanjangan, kemudian ekonomi masyarakat kita stagnan atau tidak bisa bergerak,” ujar Bupati Fauzan Khalid saat kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19 bersama tokoh agama se-Kabupaten Lombok Barat di Bencingah Kantor Bupati, Rabu (6/5).

Bupati menjelaskan biaya perawatan pasien positif Covid-19 sangat mahal. Sekali rapid test saja, biayanya Rp 200 ribu. Sementara biaya sekali Swab Rp 1,5 juta. Di Lobar, sudah dilakukan rapid test kepada hampir seribu orang.

“Empat puluh empat (44 ) positif ini, kita temukan setelah ratusan diswab, dan itu tidak sekali kita Swab baru kita nyatakan positif. Belum lagi saat sembuh kita Swab lagi berkali-kali,” jelas bupati.

Bupati juga memaparkan APBD Lombok Barat pada situasi pandemi. Ia mengatakan Pemkab Lobar kehilangan APBD sekitar Rp 400 miliar.

Dengan rincian, dari DAU dikurangi pemerintah pusat 10 persen dengan total sekitar Rp 87 miliar. Kemudian DAK yang diperuntukkan pembangunan jalan dan gedung semua anggaran diambil pusat. Kecuali untuk pendidikan dan kesehatan sekitar Rp 130 miliar.

Selanjutnya, bupati mengatakan dampak Covid-19 dari segi ekonomi akan sangat besar. Seperti penerimaan pajak Hotel, jika dihitung sekitar Rp 70 miliar atau 10 persen per tahun. Artinya pendapatan hotel juga berkurang sekitar Rp 700 miliar. Maka tidak menutup kemungkinan dampaknya para karyawan bakal dirumahkan atau PHK.

“Kemungkinan tahun ini kita tidak ada pembangunan jalan dan gedung. Kalau Covid-19 ini tidak segera teratasi, kan kasihan masyarakat kita yang berprofesi sebagai tukang bangunan,” ungkap bupati.

Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada tingkat kriminalitas. Terlebih, saat situasi pandemi Covid-19 ini angka kriminalitas menunjukkan peningkatan. Bupati memperkirakan dua atau tiga bulan ke depan akan terus meningkat.

“Ke depan akan banyak kriminalitas, dan ini tolong karena TNI-POLRI kita terbatas, itulah sebabnya kita memohon meminta bantuan kepada para tuan guru dan tokoh agama,” harap bupati.

Tahun ini, Lobar menargetkan PAD sebesar Rp 274 miliar. Namun dengan kondisi penularan Covid-19 yang semakin meningkat, bupati pesimis PAD akan bisa mencapai 50 persen dari target.

Senada, Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah memprediksi APBD kemungkinan terjun bebas. Seandainya kasus Covid-19 berkepanjangan sampai Desember nanti. “Kalau berlarut sampai Desember, menurut saya akan terealisasi sepertiga (realisas PAD),” ujar Nurhidayah.

Ia merasa prihatin melihat dampak Korona ini. Banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. Usaha masyarakat juga banyak tutup dan banyak pekerjaan-pekerjaan yang tidak terlaksana. Kondisi ini mengakibatkan ekonomi masyarakat semakin terpuruk.

Ia juga mengatakan pemerintah memberikan bantuan sesuai kemampuan fiskal daerah, yaitu Rp 250 ribu per KK selama tiga bulan. Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk paket sembako melalui BUMDes. “Hal ini hanya sebagai stimulan dari pemerintah,” tandasnya. (ton/r3)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks