alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Curhat MU Mantan Suami Mita (1) : Kencan Pertama di Udayana, Terpedaya Hingga Malam Pertama

Kepolosan Mu (inisial) membuatnya terpedaya. Bermaksud mempersunting perempuan salihah untuk membina rumah tangga, ternyata hatinya berlabuh pada orang yang salah. Bukannya mendapat istri, justru ia mendapatkan laki-laki, sama seperti dirinya.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang

Mu tertunduk lesu. Pikirannya saat ini sedang gundah. Beban berat terlihat di raut wajahnya. Sudah beberapa hari terakhir, ia dan keluarganya tak kuasa menahan malu atas cemoohan orang kepadanya. Tidur tak tenang, makan tak enak.

Mu apes. Ia menjadi korban penipuan orang yang justru sempat dicintainya. Menikahi perempuan yang belakangan terkuak ternyata berjenis kelamin sama dengannya; laki-laki.

Ia dihibur oleh beberapa orang yang ada di sampingnya kala Lombok Post menemuinya di Kantor Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Lombok Barat kemarin (9/6). Mereka adalah orang yang ditunjuk kuasa hukumnya. Sesekali ia menyalakan rokok kemudian menghisapnya. Meringankan rasa stres yang dihadapinya.

Awalnya laki-laki yang bekerja di perusahaan swasta ini ragu menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. Tapi, perlahan Mu mau bercerita. Panjang lebar. Dari awal perkenalan hingga prosesi akad nikah di rumah disaksikan oleh kadus dan warga sekitar.

“Karena di media sosial sudah banyak beredar. Padahal mereka tidak tahu bagaimana kebenarannya,” ungkapnya.

Netizen memang belakangan dibuat geger dengan kasus Mu yang mengaku ditipu oleh Su alias Mita, warga Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan. Komentar-komentar bermunculan. Dari yang sifatnya menghakimi sampai komentar kocak.

Nah, Kepada Lombok Post, Mu ingin meluruskan informasi yang beredar itu. “Orang tua saya syok, stress. Apalagi ibu saya darah tinggi. Sampai sekarang dia ingin lihat saya tenang saja,” ungkapnya.

Mu menuturkan, ia pertama kali kenal Su alias Mita lewat aplikasi media sosial Tantan sekitar Februari lalu. Menjalin komunikasi dengan Mita, Mu akhirnya janjian ketemuan. Tempatnya di Taman Udayana, Mataram.

Baca Juga Pengakuan Mita : Pengakuan Mita Sebelum Nikah Suami Tahu Dirinya Lelaki

Tak kuasa melanjutkan kenangan pahitnya, Mu meminta kuasa hukumnya Aan Ramadan melanjutkan kronologi pertemuannya dengan Mita. “Mereka janjian ketemu di Udayana. Saat bertemu, Mu yakin kalau  Mita ini merupakan perempuan salihah. Ia menggunakan gamis dan cadar,” beber Aan, mendampingi Mu.

Melihat gelagat dan sikap lembut Mita, Mu yakin jika perempuan inilah yang selama ini dicarinya untuk menjadi pendamping hidupnya. Maka ia bertekad harus segera menikahinya. Setelah beberapa lama pacaran, mereka akhirnya sepakat menikah awal Juni lalu.

Sampai menikah, Mu masih belum menyadari kalau Mita adalah laki-laki. Malam pertama Mu menggebu-gebu meminta berhubungan layaknya pasangan suami istri. Hal yang wajar bagi pengantin baru seperti dirinya.

Namun,  Mita memberi satu syarat. “Mu meminta hubungan tersebut dilakukan dengan pakaian tertutup. Alasannya (Mita) selesai operasi sehingga alat vitalnya ditutup,” tutur Aan.

Baca Juga : Curhat MU Mantan Suami Mita (2) : Menikah dengan Mahar Rp 500 Ribu dan Air Zamzam

Mu yang tak mau melewatkan kesempatan malam pertama tak menolak. Ia bersedia tidak membuka pakaian  Mita. Hanya saja, saat berhubungan badan, Mita yang memang mengatur posisinya. “Klien kami hanya terima beres,” beber Aan.

Mu membenarkan jika dia memang diarahkan oleh Mita. Sehingga ia tidak bisa membedakan apakah hubungan tersebut dilakukan lewat dubur (anus) Mu atau tidak. “Saya dapat pegang paha saja. ‘Punya’ saya dia yang pegang dan arahkan,” bebernya.

Mu juga merasakan ada yang janggal dari Mita. Ia tidak memiliki payudara. Dadanya rata seperti pria pada umumnya. Tapi  Mita beralasan kalau sudah punya anak, baru payudaranya akan membesar.

“Mu ini laki-laki polos dan percaya karena baru pertama kali ketemu perempuan, sayangnya perempuan yang dikenal ini perempuan jadi-jadian,” beber Aan, sapaannya. (bersambung/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks