alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Diduga Menipu di Senggigi, Bekas Polisi Ditangkap

GIRI MENANG- SA, 39 tahun, mantan anggota polisi ditangkap jajaran Sat Reskrim Polres Lombok Barat (Lobar). Penangkapan itu dilakukan atas kasus dugaan penipuan yang dilakukan SA, di salah satu tempat penukaran uang atau Money Changer di kawasan Senggigi.

“Aksi penipuan yang dilakukan pecatan anggota polisi terjadi pada Jumat pekan (10/4) lalu di salah satu lokasi penukaran uang (Money Changer),” jelas Kasat Reskrim Polres Lobar AKP  Dhafid Shiddiq, Senin (8/6).

Oknum tersebut melakukan aksi penipuan dengan cara mendatangi Money Changer menggunakan pakaian setengah dinas polisi. Dilengkapi masker full face.

Setibanya di Money Changer, tersangka memperlihatkan satu lembar uang 100 Dollar kepada petugas money changer atas nama Ahmad Sahroni. “Pada saat itu, tersangka mengaku akan menukarkan uang sebanyak 1.500 Dollar, namun tersangka mengaku sisanya masih dibawa oleh atasannya di Polsek Senggigi,” ungkap Shiddiq.

Korban yang akhirnya percaya dan kemudian memasukkan uang sebanyak Rp10 juta ke dalam sebuah amplop. Untuk mengambil sisa uang dollar itu, petugas money changer kemudian dibonceng oknum pecatan polisi itu menuju Polsek Senggigi. Namun setiba di depan Polsek Senggigi, tersangka SA tidak menghentikan kendaraannya dan justru melewati kantor Polsek Senggigi.

Ia menurunkan korban di depan Hotel Sheraton dan meminta amplop berisi uang Rp10 juta. “Tersangka meminta korban menunggu dan beralasan akan mengambil sisa uang dollar di Polsek Senggigi. Namun nyatanya pelaku tidak kembali setelah ditunggu selama 15 menit,” jelasnya.

Merasa tertipu oleh oknum yang dipecat dari kepolisian tahun 2017 lalu itu, korban pun lantas melapor ke Polsek Senggigi dengan kerugian sebesar Rp 10 juta. Setelah melakukan penyelidikan, pada 7 Juni lalu pihak polres Lobar dan Polsek Senggigi pun mendeteksi keberadaan pelaku di rumah istrinya di wilayah Suranadi Lobar.

“Tahu akan kedatangan polisi, pelaku lantas menyerahkan diri tanpa perlawanan,” tambahnya.

Sebelum ditangkap, pelaku sempat melarikan diri ke Bali. Atas perbuatannya, pelaku diancam 4 tahun penjara karena melanggar pasal 378 atau pasal 372 KUHP. “Kami juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor, satu buah baju kaos polisi warna abu dan satu buah celana polisi warna coklat,” pungkas Kasat Reskrim Polres Lobar yang didampingi Kasubag Humas Polres Lobar Iptu I Ketut Sandiarsa.

Diketahui, oknum pecatan polisi ini terakhir bertugas di Polres Loteng di Satuan Shabara Polres Loteng. Karena sering melakukan pelanggaran-pelanggaran dan tindak pidana, yang bersangkutan pun di berhentikan dengan tidak hormat. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks