alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

GIRI MENANG-WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

“Informasi dari masyarakat, salah satu rumah warga di Dusun Sedayu Utara, Desa Kediri Selatan sering menjadi lokasi penyalahgunaan nakotika jenis sabu. Bahkan pemilik rumah juga menjual atau mengedarkan obat yang tidak memiliki ijin edar,” jelas Kasatres Narkoba Iptu Faisal Afrihadi, Kamis (9/7).

Dari laporan tersebut, Rabu ( 8/7) Pukul 22.00 Wita Kanit opsnal dan anggota lainnya melakukan penangkapan. Dilanjutkan dengan penggeledahan di TKP tersebut. Petugas mendapati Dewi bersama dua rekannya warga Karang Kuripan.

Setelah mencari seorang saksi umum di sekitar TKP, pihak kepolisian melakukan penggeledahan. “Saksi umum dihadirkan untuk memastikan tidak adanya rekayasa atau penjebakan yang dilakukan oleh pihak kepoisian,” terang Faisal.

Dari hasil penggeledahan, pihak kepolisian berhasil mengamankan dua poket klip plastik yang didalamnya diduga narkotika jenis sabu 0,72 gram. Kemudian ada juga 530 strip obat atau 5.300 tablet Trihexyphenidly. Ini adalah obat penenang yang biasa diberikan kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jiwa.

Selain itu, ada juga dua buah bong, nota hasil transaksi jual beli narkotika dan obat tanpa izin edar, serta uang tunai sebesar Rp 6,6 juta. “Pelaku biasa menjual obat-obatan ini kepada remaja di Kediri. Termasuk itu (kalangan pelajar),” jelas Kasatres Narkoba.

Atas perbuatannya, Dewi dan dua rekannya terancam Pasal 114 Ayat (1) dan atau Pasal 112 Ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) Huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan. “Ancamannya lima tahun penjara,” jelasnya.

Dewi, kepada wartawan mengaku nekat menjual sabu dan obat penenang karena desakan ekonomi. Suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan tak cukup memenuhi kebutuhannya dan lima anaknya.

“Saya dapat obat-obatan ini dari suami saya. Anak saya ada lima, empat dari pernikahan pertama, satu anak dari suami saya sekarang ini,” akunya. (ton/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks