alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Lebih Dekat dengan Erry Ardiyanto, GM Pelindo III Lembar

Kerja keras tidak akan membohongi hasil. Setidaknya itulah yang telah dibuktikan oleh General Manager PT Pelindo III Cabang Lembar Erry Ardiyanto. Lahir dari keluarga kurang mampu, ia membuktikan kerja keras dengan tekad yang kuat serta keikhlasan akan mengantarkan pada kesuksesan.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang

===========================

Tampilannya sederhana. Sekilas tak mencerminkan posisi jabatannya di Pelindo III Lembar. Lebih mirip terlihat seperti karyawan biasa. Tapi siapa sangka, dia adalah General Manager (GM). Orang nomor satu di Pelindo III Pelabuhan Lembar.

Namanya Erry Aridyanto. Pria kelahiran Ambarawa, 11 September 1985 ini baru saja menerima jabatan baru sebagai GM Pelindo III Lembar 4 Februari lalu. Setelah pindah tugas dari Kupang NTT sebagai manajer biasa. “Alhamdulillan dipercaya sebagai GM di sini,” ucapnya merendah.

Di Pelindo Lembar, Erry sebenarnya sudah tidak asing lagi. Di sini, ia sebelumnya pernah menjabat sebagai manajer operasional. Sebelum akhirnya pindah tugas ke tempat lain. Namun siapa sangka, takdir membawa karirnya melaju cukup kencang. Di usia 33 tahun, pria ini diamanahkan menjabat sebagai General Manager. Jabatan yang tak pernah sedikitpun terlintas dalam benaknya.

Maklum, usianya tergolong masih sangat muda. Bahkan, kini ia menjadi GM Pelindo termuda se-Indonesia untuk kategori Pelabuhan kelas III. Namun jabatan yang diembannya saat ini tidak membuat Erry lupa diri. Ia tetap bersahaja seperti biasa. Menempatkan diri sebagai karyawan seperti yang lainnya. Karena baginya jabatan hanyalah amanah sementara. Bisa datang dan pergi secepatnya.

Tidak ada yang ia banggakan. Justru ia hanya bisa bersyukur dan tetap merendah. Terlebih, jika melihat latar belakang keluarganya, Erry membeberkan tak ada yang patut ia banggakan sama sekali. Diceritakannya, ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. “Ibu saya (almarhumah) penjual gorengan di kampung. Sementara bapak saya buruh tani. Tepatnya di Randusari Banyu Biru. Kampung di bawah pegunungan Ambarawa,” tuturnya.

Hidupnya diakui Erry dulu sangat susah. Memiliki tiga saudara, ia hidup dalam keterbatasan. Masih teringat jelas di benaknya bagaimana ia dulu sangat ingin memiliki sepeda saat duduk di bangku SMP. Sepeda baginya sebuah barang yang saat itu ia idam-idamkan. Karena sebagian besar temannya memiliki sepeda. Sayang, kondisi ekonomi orang tuanya tak mampu membelikannya sepeda.

Begitu juga ketika duduk di bangku SMA. Saat teman-teman sekolahnya mengendarai sepeda motor, ia hanya bisa menelan ludah. Tapi itu tak membuatnya patah semangat atau putus asa. Justru ia menanamkan keyakinan dalam dirinya bahwa suatu saat ia bisa sukses. Tamat SMA, ia memilih masuk Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang angkatan 42. Hingga akhirnya tamat dari sekolah pelayaran ia bekerja di beberapa perusaah swasta hingga akhirnya diterima di Pelindo.

“Terus terang bagi saya semua begitu cepat. Saya tidak pernah membayangkan akan menjadi GM. Yang saya tanamkan dalam hati, saya hanya harus bekerja keras. Urusan karir atau rezeki, nanti Allah yang menentukan,” paparnya.

Diterima sebagai staf biasa di Pelindo pada usia 26 tahun, karirnya melejit berkat ketekunan dan kegigihannya. Bahkan, putra kelima pasangan almarhumah Mamik dan Hadi Sutimin ini tidak melalui jabatan asisten manajer melainkan langsung mengisi posisi manajer. Pengalamannya sebagai manajer cukup banyak. Mengingat ia pernah ditempatkan di Kupang, Banjarmasin hingga akhirnya ke Lombok sebagai GM.

“Ibusaya selalu mengajarkan, kalau kita kerja ikhlas maka rezeki akan datang dengan sendirinya. Bagi saya jabatan ini juga salah satu bentuk rezeki,” akunya.

Erry juga membagikan resep agar karir bisa berjalan dengan baik. Sesuai pengalaman yang dialaminya, ia mengaku tidak pernah bekerja berorientasi pada uang. Karena semua sudah diatur. Pekerjaan seberat apapun akan diganjar setimpal oleh Allah SWT yang maha kuasa. Begitu juga sebaliknya.

Kini, mimpi sukses masa kecilnya perlahan mulai terwujud. Apa yang dinikmatinya saat ini menurutnya akibat berkah tabungan kebaikan orang tuanya yang gigih menyekolahkan anak-anaknya. Sehingga dari dulu yang sangat mengidamkan sepeda hingga sepeda motor, Erry kini sudah memiliki kendaraan pribadi mobil Mitsubishi Pajero Sport. “Itu kredit mas,” cetusnya tetap merendah. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks