alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Siap Hadapi Inspektorat, Kades Ingatkan Audit Tidak Ditunggangi Kepentingan

GIRI MENANG-Sejumlah kepala desa yang ada di Kecamatan Labuapi merespons rencana audit yang akan dilakukan Inspektorat Lombok Barat (Lobar). Menyusul perintah Bupati Lobar H Fauzan Khalid agar semua kepala desa di Lobar diaudit tanpa terkecuali.

“Secara pribadi dan atas nama pemerintah desa kami tidak masalah dengan audit itu. Itu juga mungkin untuk memberitahu kelemahan kami,” ungkap Ketua Forum Kades se-Kecamatan Labuapi H Muhazab Hanafi kepada Lombok Post, kemarin (10/3/2020).

Audit menurutnya memberi dampak positif terhadap pemerintah desa. Dengan dilakukannya audit, pemerintah desa akan mengetahui kekurangan atau kekeliruan yang mereka lakukan. Sehingga ia menilai audit memang menjadi salah satu bagian dari pembinaan.

“Yang jelas, audit ini harus dilaksanakan pemerintah daerah karena memang untuk pembinaan. Jangan ada dorongan-dorongan dari belakang,” ungkapnya.

Jangan sampai audit dilakukan karena ada kepentingan tertentu. “Kami ini kan jabatan politik. Jangan sampai dengan audit ini kemudian ditunggangi,” cetusnya.

Muhazab memaparkan audit ini berpeluang memunculkan berbagai macam persepsi di tengah masyarakat. Audit biasa dipersepsikan jika kepala desa melakukan penyelewengan atau penyalahgunaan wewenang. Terlebih tahun ini ada beberapa desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak. Sehingga ini yang menurutnya perlu dipertimbangkan pemerintah daerah khususnya Inspektorat Lobar.

“Karena masyarakat ini kan punya banyak persepsi. Tetapi kalau untuk pembinaan (dilakukan audit), saya sangat setuju,” terangnya.

Kepala Desa Bagik Polak Amir Amraen juga mengungkapkan demikian. Jika audit dilakukan sebagai bagian dari pembinaan, ia mengaku pihaknya mendukung. “Tapi semestinya ada pembinaan dulu baru dilakukan audit. Karena audit itu adalah bagian dari pembinaan akhir,” ucapnya.

Jangan sampai Inspektorat menurutnya langsung melakukan audit jika belum ada pembinaan. Terlebih selama ini ia merasa belum ada pembinaan.

Namun demikian ia mengatakan itu sah-sah saja jika memang Inspektorat tetap ngotot melakukan audit. Tanpa ada pembinaan terlebih dulu. “Hanya saja kurang etis kalau kemudian audit dikedepankan,” kata Amir. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks