alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Ketika ASN Lobar Ramai-ramai Memakmurkan Masjid

Setiap adzan berkumandang, para pegawai ASN Pemkab Lobar segera bergegas meninggalkan pekerjaannya. Mereka berduyun-duyun datang dari empat penjuru mata angin. Memenuhi Masjid Patut Patuh Patju Pemda Lobar. Pemandangan yang sangat indah ketika bulan Ramadan.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang.

=============================

SUARA adzan berkumandang di sekitaran kantor Bupati Lombok Barat ketika waktu dzuhur tiba. Belum selesai adzan, para pegawai ASN sudah mulai berhamburan menyerbu masjid. Mereka datang dari kantor dinas terdekat. Mulai dari Kantor Bappeda Lobar, Kantor BPKAD, BKDPSDM, hingga ruang sekretariat kantor bupati.

Suara gemericik air wudhu dari sejumlah ASN ini membentuk shymponi nada yang indah didengar. Mereka bergegas wudhu agar bisa berebut shaf pertama untuk menjalankan ibadah salat dzuhur berjamaah.

Para pegawai ASN ini nampak seragam. Menggunakan setelah kemeja putih bawahan celana hitam. Pemandangan seperti ini selalu terlihat semenjak memasuki bulan Puasa. Usai menggelar salat berjamaah, para ASN itu menundukkan wajah. Mendengarkan kajian agama singkat dari salah seornag penceramah. Entah apa yang dipikirkan saat kajian berlangsung. Mereka Nampak khusyuk dan khidmat mengikuti kajian ini.

Kajian agama ini menjadi rutinitas selama bulan Ramadan. Ini sebagai salah satu upaya Pemkab Lobar mendorong pegawainya untuk tetap meramaikan masjid selama bulan suci tersebut. Tidak hanya itu, bupati bahkan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor  451.13/XII/Sekda/2019 terkait imbauan untuk membaca Alquran saat jam istirahat.

“Sudah ada edaran dari bapak bupati, jadi bukan hanya salat, 15 menit sebelum masuk kerja kita disarankan untuk membaca Alquran,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lobar, Suparlan selepas menunaikan ibadah salat Dzuhur berjamaah.

Iapun sangat merasakan manfaat dari kegiatan itu. Mantan Camat Batulayar ini melihat tingkat kehadiran pegawai yang datang menunaikan salat berjamaah begitu antusias. Jika dibandingkan hari biasa. Menurutnya puasa justru bukan membawa lemas, namun kesegaran. “Semoga ini bisa dipertahankan kedepan, karena puasa inikan latihan. Mudah-mudahan kondisi bulan Ramadan ini bisa tetap kita pertahankan,” harapnya.

Senada dengan Suparlan Kabag Organisasi Tata Laksana (Ortal) H Subardi juga senang dengan banyaknya ASN Lobar yang memakmurkan masjid selama bulan puasa. Meski bukan bidangnya ia pun mengaku tetap merasa terpanggil mengajak para pegawai dan pejabat untuk salat berjamaah. Bahkan ia menyampaikan itu melalui grup WhatsApp pejabat dan pegawai Pemkab Lobar. “Saya ajak teman-teman di semuat grup WhatsApp untuk selalu salat Dzuhur berjamaah,” ungkapnya. Selain itu ia tetap mendorong para stafnya tetap meramaikan masjid. Mengingat sebelumnya bupati sudah meminta para pegawai membaca alquran dan salat duha 15 menit sebelum memulai aktifitas kerja.

“Yang belum bisa baca Alquran diajarkan, yang sudah lancar baca Alquran nanti dapat memilih mengkhatamkan Alquran atau menghafal satu juz. Itu target pak Bupati,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Lobar H Fauzan Khalid meminta Sekda Lobar HM Taufiq untuk setiap pukul 12.30 Wita sampai 13.00 Wita agar mengintruksikan seluruh ASN Lobar menyediakan waktu untuk membaca Alquran.  “Walaupun sebentar namun tetap Istiqomah,” ujar Fauzan.

“Dengan fadhilah membaca Alquran, mudah-mudahan apapun yang kita harapkan dalam konteks tugas kewajiban melayani rakyat di bawah naungan petunjuk dan berkah dari Alqurannulkarim,” sambungnya. (*/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks