alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Polisi Tangkap Mucikari Prostitusi di Senggigi

GIRI MENANG-Polres Lombok Barat (Lobar) mengamankan 34 orang selama operasi penyakit masyarakat (Pekat) Gatarin 2019. Puluhan orang itu terlibat kasus perjudian, prostitusi hingga mengedarkan minuman keras (Miras).

“Mereka adalah tersangka yang terjaring operasi pekat (Penyakit masyarakat) 26 April hingga 9 Mei. Operasi Pekat ini dilakukan untuk menyambut Ramadan dan menjaga Kamtibmas di wilayah Lobar,” terang Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi kepada wartawan, kemarin (10/5).

Selama operasi Pekat digelar, pihak kepolisian berhasil mengungkap 21 kasus. Terdiri dari empat kasus yang menjadi Target Operasi (TO) dan 17 kasus non TO. Rinciannya 11 kasus peredaran miras ilegal, delapan kasus perjudian dan dua kasus prostitusi.

“Untuk kasus perjudian jenisnya diantaranya yakni judi kartu domino, remi dan togel online menggunakan handphone. Para pelaku berjudi memasuki Bulan Puasa,” ungkap Kasatreskrim Polres Lobar AKP Priyo Suhartono.

Pihak kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa uang senilai Rp 5,6 juta, kartu remi, domino dan ponsel yang digunakan untuk judi togel online. Sementara untuk miras yang diamankan berupa 469 liter minuman alkohol tradisional jenis tuak dan bram. Sedangkan minuman jenis lain sebanyak 101 botol terdiri dari alkohol golongan C dan juga miras tradisional. Sebagian besar miras ini disita dari kawasan pariwisata seperti Senggigi.

Sementara untuk kasus prostitusi, tersangka yang ditahan diduga mucikari. Sementara, Pekerja Seks Komersial (PSK) tidak bisa dijerat karena dianggap tidak ada dasar hukum yang bisa menjeratnya. “Kecuali kalau dia menawarkan diri secara online memasang foto-foto yang melanggar hukum,” terang Kapolres Lobar.

Sejumlah barang bukti yang berhasil dimankan untuk kasus prostitusi berupa sprei, alat kontrasepsi dan uang Rp 1,8 juta. TKP-nya pun berada di wilayah Senggigi. Modus praktek prostitusi ini disinyalir berkedok layanan spa. Ada juga pelaku yang bernegosiasi langsung melalui ponselnya. Sementara untuk kasus Miras dan perjudian tersebar di beberapa kecamatan seperti Narmada-Lingsar hingga Sekotong.

Pihak Polres Lobar menetapkan pasal Tindak Pidana Ringan (Tipiring) untuk kasus Miras. Sementara untuk kasus perjudian dikenakan pasal 303 KUHP ancaman 10 tahun. Untuk kasus prostitusi dikenakan pasal 296 ancaman satu tahun empat bulan karena dianggap mempermudah perbuatan asusila. “Tersangka yang sudah diamankan sebanyak 34 orang,” tandas Kapolres Lobar. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks