alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Warga Lembah Sari Protes Sembako JPS Mantap, Banyak Dinilai Salah Sasaran

GIRI MENANG-Puluhan warga Desa Lembah Sari mendatangi kantor desa, kemarin (10/5). Kedatangan mereka memprotes bantuan sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) Mantap dari Pemkab Lombok Barat (Lobar) yang dinilai salah sasaran.

“Kami tidak terima cara pembagian kartu JPS Mantap yang disalurkan melalui tim sukses dewan. Itu disalurkan ke warga tanpa sepengetahuan kami para kepala dusun,” ungkap Kepala Dusun Lembah Sari Muhammad Saleh kepada Lombok Post, kemarin (10/5).

Cara pembagian kartu JPS tidak melalui pemerintah desa atau dusun ini menurutnya menimbulkan kegaduhan. Sebab, bantuan sembako JPS Mantap justru diberikan kepada warga yang tidak layak menerima.

“Warga yang dibagikan kartu itu ada yang sudah menerima JPS Gemilang, ada yang menerima PKH dan BPNT. Ada juga warga luar desa. Ini kan sama saja mengadu domba kami dengan warga,” kesalnya.

“Jangan ditunggangi program seperti ini. Kami sudah melakukan verifikasi dan validasi, justru yang dibagikan ke warga lain,” sambungnya.

Kepala Dusun Eat Gereneng M Saharudin juga membenarkan jika ia dihubungi salah satu oknum yang diduga timses anggota dewan untuk membagikan kartu JPS Mantap. Ia kaget kartu tersebut dipegang oleh oknum tersebut bukan melalui pemerintah desa. “Mereka minta saya bagikan kartu ini ke warga. Tapi saya nggak berani bagikan karena ini bukan dari desa. Saya khawatir ini jadi masalah,” ucapnya.

Mutiah, salah satu warga Dusun Eat Gereneng juga mengaku ia menerima kartu JPS Mantap bukan dari pemerintah desa. Ia dibagikan oleh orang yang diduga oknum tim sukses salah satu dewan Dapil Gunungsari-Batulayar. “Saat kami menerima kartu JPS Mantap ini kami dimintai Rp 2 ribu untuk biaya fotokopi KTP,” akunya.

Hal inilah yang kemudian membuat warga beramai-ramai mendatangi Kantor Desa Lembah Sari kemarin. Mereka menanyakan kejelasan bagaimana penyaluran bantuan sembako JPS Mantap kabupaten. Warga juga mendatangkan pihak E-Warung yang akan menyalurkan bantuan. Warga meminta pihak E-Warung tidak menyalurkan sembako JPS Mantap sebelum ada kejelasan.

Kepala Desa Lembah Sari H Sibawaehi mengaku kecewa dengan Dinas Sosial Lobar. Lantaran, program JPS Mantap dinilainya justru membawa fitnah bagi para kepala dusun dan pemerintah desa.

“Kami dikirimi data penerima dari Dinas Sosial sekitar 83 KK. Setelah itu kami verifikasi dan validasi melalui kepala dusun siapa yang layak, kemudian kami kirim kembali ke Dinas Sosial,” bebernya.

Namun beberapa hari data final penerima sembako JPS Mantap keluar. Jumlahnya bertambah menjadi 114 KK. Sayangnya, data final tersebut justru tidak ada nama penerima dari kalangan yang memang layak mendapatkan bantuan. “Di data itu juga ada sekitar 50 KK penerima ganda atau sudah menerima bantuan PKH, BPNT atau yang lainnya,” beber Sibawaehi.

Dengan kondisi ini, pihak desa dikatakannya belum bisa mengambil sikap. Dalam artian mereka tidak mengeluarkan rekomendasi untuk pencairan bantuan sembako di E-Warung. Mengingat rekomendasi desa menjadi salah satu syarat pencairan.

“Kami diminta untuk menyesuaikan. Tapi kalau kartu sudah dipegang warga mungkin bepelengan belong (saling penggal leher) kita sama warga kalau mau narik lagi. Saya juga bingung kenapa kartu itu keluar dan dibagikan tidak lewat desa,” sesalnya.

Dengan kondisi ini, pemerintah Desa Lembah Sari bersama masyarakat desa serta E-Warung tempat pencairan bantuan untuk sementara menolak bantuan JPS Mantap. Sampai data tersebut bisa diperbaiki dan kartu JPS yang sudah dibagikan ke warga ditarik kembali oleh Disos Lobar.

Kepala Disos Lobar Lalu Martajaya dikonfirmasi mengenai persoalan ini memberi penjelasan. Menurutnya data 114 KK penerima yang dikirim ke Desa Lembah Sari bisa jadi merupakan data usulan OPD dari kalangan non-DTKS. “Karena OPD juga mengusulkan warga yang berhak menerima karena terdampak Covid-19. Misalnya pegawai yang dirumahkan atau yang lainnya,” kelitnya.

Terkait data 83 KK warga yang sudah terverifikasi dan diajukan oleh pemerintah desa, ia mengatakan kemungkinan itu akan diberikan bantuan tahap kedua nanti. Sambil Dinas Sosial melakukan evaluasi. Ditanya bagaiamana proses kartu JPS Mantap bisa dibawa orang lain tidak melalui pemerintah desa, ia mengaku pihaknya bekerja sama dengan sejunlah pihak membagikan kartu tersebut. Misalnya BUMDes.

“Tapi kalau ada di luar itu yang membagikan, nanti kami akan koordinasikan. Bisa diambil lagi kartunya kalau penerimanya memang sudah menerima bantuan lain,” ucapnya.

Terkait dugaan titipan anggota dewan untuk mengusulkan data penerima, Martajaya kembali berkelit. “Kalau dari kami mereka yang kami masukkan kelompok penerima manfaat ini adalah usulan OPD. Disesuikan dengan data desa,” kelitnya.

“Kalau ada yang bilang masing-masing DPR jatahnya itu 150 KK. Kalau di kami itu tidak ada,” bantahnya. Hanya saja, ia mengakui memang ada usulan juga dari Sekretariat DPRD Lobar. Usulan tersebut sama seperti OPD lainnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks