alexametrics
Sabtu, 24 Oktober 2020
Sabtu, 24 Oktober 2020

Cara Jitu Kades Senteluk Mengurangi Pengangguran

Sedikit bicara tapi banyak kerja. Penuh keteladanan adalah gambaran singkat Kepala Desa Senteluk Fuad Abdurrahman. Tak banyak retorika, tapi hasil kerjanya nyata. Ia berhasil menciptakan ratusan lapangan kerja.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang.

============================

Langit jingga terhampar luas di atas laut biru berbatas cakrawala. Matahari hendak terbenam bersembunyi di balik awan putih. Hembusan angin laut mengarah ke Pantai Tanjung Bias, Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar. Menyapu ratusan, bahkan ribuan warga yang duduk di pinggir pantai. Tengah menunggu waktu berbuka puasa di akhir Ramadan lalu.

Ada yang duduk di kursi kayu, ada juga yang di kursi empuk bean bag warna warni. Beberapa warung sudah mulai menghidupkan ornamen lampu warna warni. Membuat suasana semakin menggembirakan. Remaja, para orang tua sibuk dengan kamera handphonenya. Melakukan swafoto bersama teman-teman, anak-anak, kerabat, hingga pasangannya.

Sementara pegawai warung makan sibuk. Menyiapkan hidangan pesanan ratusan pengujung yang sudah memesan tempat duluan jauh hari sebelumnya. Kalau tidak begitu, maka tidak akan kebagian tempat untuk berbukan di Warung Makan Pantai Tanjung Bias.

Meskipun ada puluhan warung makan beroperasi di ratusan meter bibir pantai ini. Namun selama Bulan Puasa, semuanya penuh. Bahkan beberapa hasi selepas lebaran pun, kawasan pantai ini padat. Sesak oleh pengunjung yang datang.

“Alhamdulillah nyaris tidak pernah sepi. Bisa dilihat sendiri parkiran motor maupun mobil penuh. Setiap malam seperti ini,” ujar Kepala Desa Senteluk, Fuad Abdul Rahman kepada Lombok Post.

Puluhan warung di Pantai Tanjung Bias menyajikan menu khas lokal Pulau Lombok. Mulai dari pelecing kangkung, beberoq, ikan bakar seperti kerapu, baronang atau kakap. Ada juga menu ayam bakar, ikan bumbu Rajang dan banyak lagi menu lainnya. Untuk minum, ada es campur dan aneka jus segar.

Wajar tempat ini sangat disukai dengan mereka yang lidahnya cocok dengan cita rasa nusantara. Khususnya yang doyan makanan pedas. Tapi jangan salah, beberapa wisatawan mancanegara bahkan juga langganan datang ke warung ini.

“Warga lokal Lombok, luar daerah bahkan bule juga sering datang kemari,” tutur Fuad, sapannya.

Namun siapa sangka, di balik kemewahan sejumlah warung makan atau kafe yang ada di Pantai Tanjung Bias, dulu pantai ini merupakan pantai yang kotor. Penuh sampah. Siapapun yang pernah melihat kondisi pantai ini sebelumnya tidak akan pernah menyangka Pantai Tanjung Bias sekarang akan seperti ini. Semua berubah total setelah disulap Kepala Desa Fuad Abdulrahman.

Menggunakan anggaran dana desa sekitar Rp 110 juta, Kades menata kawasan Pantai Tanjung Bias yang menjadi area wisata kuliner. Dimulai dengan membersihkan pantai, dibuat area lahan parkir dengan beberapa berugaq (gazebo, Red) ditaruh berjejer di pinggir pantai.

Membangun secara swadaya bersama masyarakat, awalnya hanya ada dua warung makan tepi pantai yang dibangun semi permanen. Menghadap ke pinggir pantai, warung makan ini meletakkan kursi yang memungkinkan pengunjung menikmati hidangan sambil menikmati pemandangan Pantai Tanjung Bias yang memesona.

Animo masyarakat ternyata luar biasa. Ratusan bahkan ribuan pengunjung datang per bulan. Membuat dua warung makan ini kewalahan. Sehingga muncul warung-warung lainnya yang sejenis. Menawarkan cita rasa menu khasnya masing-masing.

Desain warung artistik memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Ditambah, setiap warung menyediaakan toilet hingga tempat melaksanakan ibadah salat. Membuat pengunjung semakin nyaman. Terlebih dengan label destinasi wisata halal yang disandang NTB. Wajar kemudian warung sekitar Pantai Tanjung Bias menjadi idola.

“Wisatawan asal Malaysia sekarang yang banyak datang,” jelas pria kelahiran 5 Mei 1980 tersebut.

Dua warung ini ternyata menjadi daya tarik untuk munculnya warung-warung lainnya. Karena pengunjung yang datang membludak. Membuat antrean wisatawan begitu panjang ingin menikmati hidangan di warung ini.

“Melihat prospek yang bagus, Alhamdulillah rencananya kami akan dapat bantuan dari pemerintah provinsi dan Kementerian Kelautan. Mudah-mudahan terwujud,” harap pria dua anak tersebut.

Saat ini omzet bahkan keuntungan per bulan yang didapatkan tiap warung mencapai puluhan juta. Dengan setiap warung membayar iuran per bulan sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta. Tergantung luas area yang digunakan untuk berjualan. Iuran tersebut masuk sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes) dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Senteluk.

Keberadaan wisata kuliner Pantai Tanjung Bias kini tengah hitz di kalangan masyarakat Lombok hingga wisatawan luar daerah. Ini yang membuat Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi bahkan mampir bersama rombongan mencicipi hidangan yang disajikan di pusat wisata kuliner ini.

Ia mengapresiasi apa yang telah dilakukan Kades Senteluk yang telah menginisiasi keberadaan wisata kuliner ini. “Keberadaan wisata kuliner ini merupakan pembangunan desa yang  bisa menyerap lapangan kerja dari kalangan pemuda desa,” ujar dia kala bertandang saat itu meninjau keberadaan wisata kuliner ini.

“Wisata Kuliner Desa Senteluk bisa menjadi salah satu ikon wisata halal di NTB,” imbuhnya. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Produksi Meningkat, Perajin Perak Terima Bantuan Hibah Mesin Giling

Ketua Tim  Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) Adi Sayoga secara simbolis telah menyerahkan bantuan mesin giling perak kepada JEN' s

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks