alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Anggaran Seiprit, Pariwisata Menjerit

GIRI MENANG-Kondisi pariwisata Lombok Barat (Lobar) terancam. Para pelaku pariwisata masih kesulitan bangkit pascagempa melanda tahun lalu.

Dinas Pariwisata Lobar juga mengaku kesulitan membangkitkan pariwisata akibat dukungan anggaran yang diberikan kepada mereka hanya seiprit.

“Apapun hasil dialog, ujungnya kita harus membangun komitmen bersama. Jangan sampai di dalam dialog berbeda dengan komitmen di luar (dialog),” sindir Kepala Dinas Pariwisata Lobar Ispan Junaidi usai menggelar diskusi dengan DPRD Lobar, kemarin (10/7).

Persoalan pembenahan sektor pariwisata Lobar saat ini ditegaskannya terletak pada porsi anggaran. Karena semua pihak menurutnya sudah punya keseriusan untuk membangun pariwisata. Hanya saja tidak didukung oleh anggaran.

“Bagaimana kita bisa membangun pariwisata Lombok Barat dengan menata destinasi dan merevitalisasi destinasi baru hanya dengan uang Rp 3,5 miliar per tahun?” tanyanya.

Padahal, sektor pariwisata menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar untuk Lombok Barat. Setiap tahun Lobar mendapat PAD dari sektor pariwisata mencapai Rp 78 miliar. Seharusnya 10 persen dari PAD tersebut dianggaran untuk promosi, 20 persen untuk pembangunan atau pembenahan destinasi wisata.

“Kalau 20 persen saja, itu artinya sekitar Rp 16 miliar untuk destinasi dan 7 miliar untuk promosi, tiga tahun selesai parwisata Senggigi itu,” cetusnya.

Dinas pariwisata mengaku sudah punya konsep dan desain untuk membangun pariwisata Lobar. Sayang konsep itu nganggur karena tidak ada anggaran.“Jadi omong kosong kita dialog tapi komitmennya bagaimana?” sesalnya.

Ispan mengaku sudah bekoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengenai kebutuhan anggara di sektor pariwisata. Termasuk dengan bupati. Namun kondisi fiskal tidak mendukung. Sehingga sebagian besar pembangunan destinasi wisata selama ini merupakan bantuan kucuran dari pusat.

Dengan kondisi anggaran seperti saat ini, sejumlah agenda event Dinas Pariwisata juga justru terancam tak bisa dilaksanakan. Misalnya saja pelaksanaan Mekaki Marathon yang dua tahun terakhir rutin terlaksana. “Butuh anggaran besar untuk itu (Mekaki Maratahon Red),” aku Ispan.

Peminatnya yang besar dan ekspektasi masyarakat luar biasa seolah tak ada artinya. Karena hingga saat ini belum ada kepastian sponsor. Sehingga peluang terlaksanakan kegiatan tersebut hingga saat ini masih belum jelas. “Kita punya anggaran sebesar Rp 200 juta. Biayanya Rp 4 miliar. Kalau tidak ada sponsor mati kita,” ucap mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar tersebut.

Sehingga, meski antusias peserta kegiatan ini selalu membludak setiap tahun, sampai saat ini Dispar Lobar belum bisa memastikan Mekaki Marathon akan terlaksana tahun ini atau tidak. “Mudahan bisa. Karena saat ini masih penjajakan dengan sponsor,” tandasnya.

Sementara Anggota Komisi II DPRD Lobar Hj Nurhidayah tidak menampik selama ini anggaran untuk sektor pariwisata masih kecil. Namun ia jutsru mempertanyakan pihak eksekutif yang telah mengajukan anggaran untuk sektor pariwisata tidak pada porsinya. “Anggaran itu kan datangnya dari timur, dari eksekutif,” bebernya.

Ia justru heran jika kemudian Dinas Pariwisata Lobar menyalahkan dewan. Karena menurutnya eksekutiflah yang mengatur kuenya untuk masing-masing SKPD. Lantas kenapa tidak memberikan ruang untuk sektor pariwasata. Karena jika pihak dewan menanyakan keseriusan eksekutif membangun pariwisata, Hj Nurhidayah mengaku TAPD selalu punya alasan. “Kami punya hak budgeting. Tetapi tidak bisa serta merta kami mengubah anggaran,” akunya.

Sehingga, ke depan perempuan yang berpeluang besar menjadi ketua dewan ini siap menganggarkan 10 persen pendapatan dari sektor pariwisata untuk Dinas Pariwisata Lobar.

“Saya ingin seperti itu (10 persen untuk pariwisata). Karena primadona PAD Lobar itu dari pariwisata,” jelasnya. Sejatinya PAD dari sektor pariwisata ditegaskan Hj Nurhidayah harus kembali ke pariwisata. Agar pariwisata ini berkelanjutan. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks