alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Promosi Senggigi Harus Libatkan Pelaku Pariwisata

GIRI MENANG-Pemerintah kabupaten Lombok Barat (Lobar) gencar mempromosikan pariwisata Senggigi agar kembali ramai. Salah satunya dengan menggelar beberapa event dengan mendatangkan artis nasional. Misalnya Senggigi Sunset Jazz Minggu (3/11) lalu. Upaya ini disambut baik pelaku pariwisata.

“Tanggapan kami positif. Cuma mungkin akan lebih baik jika pelaksananya melibatkan semua pelaku pariwisata,” saran Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi Suhermanto kepada Lombok Post, kemarin (10/11).

Pemda Lobar melalui dinas pariwisata, menurutnya, sudah berusaha maksimal dalam mengembalikan kondisi pariwisata Senggigi. Hanya saja, ada banyak hal yang harus dibenahi. Salah satunya sasaran dari promosi itu sendiri.

“Dengan adanya pagelaran festival jazz skala nasional, itu juga sangat membantu dan positif sekali terhadap kelangsungan pariwisata kita saat ini,” ungkap pria yang menjadi owner salah satu kafe di Senggigi tersebut.

Owner Lombok Gazebo Saeun menilai jika dampak digelarnya Senggigi Sunset Jazz memang tidak bisa dirasakan secara instan. Namun secara tidak langsung acara tersebut merupakan promosi terhadap Senggigi.

“Memang tidak berdampak langsung. Begitu diadakan even, okupansi tidak langsung meningkat. Tidak seperti itu karena ongkos terkenal itu memang mahal,” akunya.

Pria yang juga menjabat di Komisi II DPRD Lobar mengaku penurunan okupansi terjadi akibat dampak gempa tahun lalu. Namun sekarang hasil kunjungannya ke beberapa hotel sudah ada peningkatan. “Makanya saya tidak setuju kalau dibilang tidak ada input Senggigi Sunset Jazz. Ini hiburan rakyat yang seharusnya punya efek domino,” katanya.

Ketika ada anggapan acara tersebut tidak efektif, maka pemerintah daerah harus duduk bersama pelaku wisata. Untuk membahas kiat-kiat yang perlu dibenahi ke depannya. Bagaimana agar festival jazz ini memberikan dampak baik terhadap pariwisata.

Ia setuju Pemda Lobar terus menggelar even kegiatan nasional dan internasional untuk promosi Senggigi. Kegiatan promosi itu juga harus tetap melibatkan pelaku pariwisata. Untuk itu, sejak awal ia getol menyuarakan jika dibutuhkan ada Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) di Lobar. Sehingga upaya promosi pariwisata bisa lebih efektif. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks