alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Proyek Molor, Kontraktor Terancam Diblacklist, Realisasi Fisik Baru Capai 75,30 Persen

GIRI MENANG-Sejumlah proyek fisik Pemda Lombok Barat (Lobar) terancam molor. Dari data monev LKPP Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) per 31 Oktober, realisasi proyek fisik Pemda Lobar baru mencapai 75,30 persen. Padahal, targenya di bulan tersebut harusnya mencapai 95 persen.

“Saya dapat laporan dari beberapa pihak terkait mangkraknya proyek di Lobar. Ini menjadi pertanda jika Pemda Loba tidak pernah mempersiapkan diri jauh hari untuk perencanaan,” sesal Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah kepada Lombok Post, kemarin (10/11).

Kondisi yang sama nyaris terjadi setiap tahun. Tahun lalu, ada dua proyek yang molor dari waktu kontrak yang telah disepakati. Seperti Puskesmas Perampuan dan Puskesmas Penimbung.

Ini terjadi, menurut Nurhidayah, akibat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menunggu pengetokan APBD baru. Padahal, normalnya perencanaan harusnya sudah ada sebelum pembahasan KUA PPAS.

“Ini kan buat perencanaan dari Ferbuari. Belum lagi proses tender selesai hingga Juni. Bagaimana proyek puluhan miliar hingga ratusan miliar bisa selesai dalam waktu enam bulan?,” tanya dia.

Selain menyorot OPD, Hj Nurhidayah juga meminta bagi proyek yang nantinya terlambat dikerjakan, harus ada catatan khusu bagi kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Ia meminta kontraktor yang lamban bekerja tidak boleh lagi diberikan masuk tender proyek di Lobar. “Harus diberikan catatan khusus karena tidak sesuai dengan kontrak. Tidak pantas lagi diberikan kesempatan!” tegasnya.

Dalam data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pemda Lobar memiliki 10.774 paket proyek konstruksi, konsultasi dan jasa lainnya. Baik berbentuk penyedia maupun sewakelola. Total pagu anggaran untuk seluruh paket poryek tersebut sebesar Rp 724,428 miliar.

Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengaku dirinya memberikan atensi terhadap dua proyek yang saat ini masih dikerjakan. “Ada dua saja yang saya lihat harus di kebut. Pelabuhan Senggigi dan Puskesmas Pelangan,” bebernya.

Pelaksanaan proyek ini harus dipercepat untuk mengejar sisa waktu kontrak yang ada. Misalnya dengan menambah pekerja atau tukang serta menambah semua yang dibutuhkan untuk percepatan.”Karena ini yang menyebabkan progres rata-rata yang lain terganggu,” ucapnya.

Bupati bersama Wabup mengaku jika dirinya sudah turun melakukan monitoring dan evaluasi ke beberapa proyek fisik Pemda Lobar. Ada beberapa proyek yang didapatinya kurang tiga persen seperti proyek pembangunan Kantor Dinas Perizinan di Labuapi. “Yang mengkhawatirkan Pelangan sama Pelabuhan di Senggigi. Karena yang belum itu pancangnya, padahal itu yang memberikan presentase besar,” akunya.

Terkait saran untuk memberikan sanksi bagi kontraktor yang terlambat mengerjakan proyek Pemda Lobar, Fauzan mengaku sudah ada aturan sanksi dan denda yang mengatur jika proyek terlambat. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks