alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pak Bupati, Senggigi Perlu Diupgrade

GIRI MENANG-Ketua Asosiasi Travel Indonesia (ASITA) NTB Dewantoro Umbu Joka menyarankan Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid mengambil langkah. Terutama terkait masa depan pariwisata Senggigi.

“Pemerintah harus bergerak melakukan inovasi, membangun sektor pariwisata. Senggigi misalnya, itu harus diupgrade,” kata Dewantoro.

Ia menjadi salah satu pihak yang yakin, Senggigi masih mendapat perhatian wisatawan. Meski saat ini banyak destinasi wisata lain yang bermunculan di NTB, namun Dewantoro mengaku semua punya pangsa pasar tersendiri.

Misalnya saja KEK Mandalika yang ada di Lombok Tengah dengan rencana pembangunan sirkuit MotoGP di sana. Destinasi wisata ini menurut Dewantoro, bisa menjadi favorit wisatawan mancanegara kelas menengah ke atas.

“Sementara Senggigi, masih tetap akan bertahan dengan merangkul wisatawan domestik yang pangsa pasarnya juga cukup besar,” ungkapnya.

Senggigi juga akan tetap menjadi primadona wisatawan mancanegara karena sudah memiliki nama besar. Sehingga ini harus dijaga agar jangan ditinggalkan. “Kehadiran destinasi wisata lain menjadi warning, kalau main-main ya bisa ditinggal. Senggigi perlu diupgrade dengan adanya kompetitor. Kalau tidak, maka Senggigi akan ditinggal,” ucapnya mengingatkan.

Kedekatan Senggigi dengan Gili Trawangan menjadi salah satu keuntungan. Karena wisatawan selain ke Senggigi biasanya juga selalu mengunjungi Gili Trawangan.

Namun ia mengingatkan pemerintah harus tetap peka. Karena saat ini perkembangan destinasi wisata di tempat lain begitu pesat. Misalnya dengan pembangunan sejumlah hotel bintang di KEK Mandalika.

“Jangan sampai nanti mereka ke Senggigi cuma mampir saja, tapi nginapnya di tempat lain,” cetusnya.

Prospek pariwisata Lobar dikatakan Dewantoro masih bagus. Hanya butuh pembenahan. Misalnya dengan adanya paket wisata yang baru. Destinasi yang diunggulkan harus bagus dan ditata.

Pemerintah dimintanya intervensi untuk memberikan insentif destinasi baru agar ramai. Misalnya dengan memberikan support anggaran pada sanggar untuk secara berkelanjutan mengadakan kegiatan atau event tertentu. Misalnya kegiatan budaya presean yang dipusatkan d salah satu titik pariwisata tertentu. Sehingga event ini bisa menjadi salah satu jualan para travel agar bisa menjadi daya tarik wisatawan datang.

“Itu bisa masuk jadi paket untuk kunjungan wisatawan. Supaya kita bisa jual kita harap pemerintah bia subsidi untuk masyarakat atau sanggar-sanggar yang menggelar presean,” ungkapnya.

Sementara Ahmad Ali Ma’sum, Sekretaris PCNU Lobar juga turut menanggapi kondisi pariwisata Lobar yang saat ini menurutnya masih memperihatinkan. Ia menyebut pariwisata Lobar sedang megalami ejakulasi dini pascagempa. “Minus kunjungan dan minus inovasi,” sentilnya.

Ia berharap pemangku kebijkan mampu melakukan zonasi pariwisata. Dengan memetakan produk unggulan parisisata Lobar. Karena saat ini zonasi pariwisata itu menurut masih tidak jelas. “Misalnya ketika wisawatan timur tengah datang ke Lobar mana saja lokasi yang harus dikunjungi, ini harus dipetakan,” sarannya.

Termasuk juga konsep Habbit Tourism harus jelas. Kebijakan integratif dari pemerintah daerah dan pelaku pariwisata harus padu. Tidak perlu saling menyalahkan. “Karena pariwisata ini kita berbicara keindahan. Kita berharap nilai tambah ekonomi dari pariwisata bisa dirasakan masyarakat,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks