alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Pedagang Pasar Gunungsari Teriaki Dewan

GIRI MENANG-Ratusan pedagang Pasar Gunungsari menggedor Kantor DPRD Lombok Barat (Lobar) kemarin (11/7). Kedatangan mereka untuk menuntut agar lokasi Pasar Gunungsari yang saat ini sudah dipindahkan ke belakang Kantor Camat Gunungsari dikembalikan ke lokasi pasar lama. Yakni di Jalan Raya Tanjung arah ke Lombok Utara.

Mereka menilai, lokasi pasar baru tidak layak ditempati dan membuat mereka rugi. “Kami tidak pernah diajak bicara jika pasar akan direlokasi secara permanen di tempat saat ini,” ujar Koordinator Forum Pedagang Pasar Gunungsari Fatoni.

Pemberitahuan awal, Pemda Lobar merelokasi warga ke lokasi pasar saat ini dikarenakan pasar sebelumnya rusak parah terdampak gempa. Sehingga para pedagang tidak keberatan sedikit pun.

Namun setelah hampir setahun dipindah, belakangan warga baru mengetahui, jika pasar akan dibangun secara permanen di lokasi baru belakang Kantor Camat masuk ke dalam.

“Sudah terlalu lama kami merasakan kesulitan berjualan di pasar ini. Pembeli yang datang sangat sedikit sehingga membuat kami rugi,” lanjutnya.

Pasar yang becek dan lokasinya yang jauh dari jalan raya membuat masyarakat ogah datang belanja. Dampaknya, omzet jualan para pedagang menurun drastis. Berdampak pada kehidupan mereka yang sulit.

Belum lagi ada praktik jual beli lahan untuk berdagang di pasar. Mereka yang memiliki uang lebih akan mendapatkan tempat strategis. Sehingga ada pedagang yang merasa diuntungkan ada juga yang dirugikan.

“Kalau di pasar lama kami ibaratnya dapat jualan Rp 10 ribu, di lokasi pasar baru ini Rp 500 rupiah pun kami belum tentu dapat,” timpal H Sopyan Hadi salah seorang pedagang di hadapan para pimpinan dewan.

Pedagang makanan, sayuran, sembako hingga pedagang konveksi merasakan betul dampak pasar yang dipindah ke lokasi saat ini. Barang jualan mereka nyaris tak ada yang laku. Akibatnya ekonomi mereka terpuruk.

“Anak kami mau sekolah tinggi tahun ini terpaksa kami tunda karena tidak ada biaya,” aku para pedagang.

Mereka menuntut bupati, para anggota dewan Dapil Gunungsari-Batulauyar mau memperjuangkan aspirasi mereka. Untuk mengembalikan para pedagang ke lokasi pasar lama.

“Harapan kami para pedagang tempatkan kami di tempat yang layak untuk berjualan untuk mencari nafkah. Jangan jadikan kami komoditas atau kepentingan proyek,” tegas Fatoni.

Pihak dari Disperindag Lobar melalui Kabid Metrologi Lalu Agha Farabi mengaku pihaknya siap menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Ia menjelaskan usulan pemindahan Pasar Gunungsari ini atas petimbangan dari berbagai pihak. Bukan hanya dari Disperindag Lobar. “Pasar ini kan (lokasi lama) terdampak gempa, kami justru ingin mendapatkan tempat yang layak dan nyaman,” ujarnya.

Di lokasi pasar sementara belakang kantor camat dijelaskannya dari sisi lokasi lahan pasar sekitar empat hektare lebih luas dari lokasi sebelumnya. Sehingga kemungkinan pengembangan lebih bagus.

Meskipun diakuinya, pembangunan tidak bisa diakukan sekaligus melainkan bertahap. “Karena anggarannya ini pun bukan dari APBD tetapi APBN murni,” jelasnya.

Namun dengan permintaan masyakarat untuk dikembalikan ke lokasi pasar lama, maka pihaknya akan melaporkan hal ini kepada bupati agar dibahas bersama instansi yang bersangkutan. Wakil Ketua DPRD Lobar Multazam juga bengatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi para pedagang kepada bupati dalam waktu dekat.

“Kami pimpinan dewan akan menemui bupati untuk membahas persoalan ini. Kami juga ingin mendengar apa pertimbangan-pertimbangan eksekutif nanti,” ujar politisi Nasdem tersebut. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks