alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Sekotong Tengah, Penghasil Minuman Peningkat Daya Tahan Tubuh

Pemdes Sekotong Tengah meningkatkan upaya untuk mencegah penyebaran virus Korona. Setelah dengan pendisiplinan masyarakat, juara tiga Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten ini kini memproduksi minuman kesehatan peningkat imun dari bahan-bahan alami.

———

 

KADES Sekotong Tengah Lalu Sarappudin mengatakan, pihaknya memberdayakan peran kelompok pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK). ”Ibu-ibu di desa, kita berikan edukasi untuk membuat minuman kesehatan untuk meningkatkan imun,” kata Sarappudin.

Kapolsek Sekotong Iptu I Kade Sumerta mengatakan, upaya ini disebut dengan imunostimulan. Racikan yang dijadikan minuman, untuk memperkuat sistem imun. Diyakini bisa membantu dalam memperkuat daya tahan tubuh.

”Prosesnya dilakukan mandiri. Tentu menggunakan tanaman-tanaman herbal, memanfaatkan sumber daya yang sudah ada,” kata Sumerta.

Pembinaan minuman kesehatan tetap mengedepankan peran masyarakat. Melalui kelompok PKK Desa Sekotong Tengah. Mereka mengolah tanaman herbal berupa jahe, kunyit, temulawak, serai, yang dicampur dengan gula aren sehingga menjadi minuman sehat nan lezat.

”Masyarakat mungkin mengenalnya dengan nama serbat,” ujarnya.

Peningkatan imun dibutuhkan masyarakat. Terutama di masa pandemi. Minuman serbat yang dihasilkan kelompok PKK bisa membantu masyarakat memepertahankan daya tahan tubuh mereka dari serangan penyakit.

Selain itu, kata Sumerta, upaya ini juga untuk membantu petani rempah-rempah, yang berkaitan dengan tanaman obat keluarga. ”Dampak secara ekonominya juga ada. Meningkatkan nilai jual minuman serbat,” kata Sumerta.

Desa Sekotong Tengah memiliki modal untuk membuat minuman peningkat imun ini. Pemdes sebelumnya sudah membentuk kelompok tanaman obat keluarga (Toga) Suren. Meminta masyarakat untuk membudidayakan tanaman obat dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Sumerta mengatakan, setiap anggota kelompok menanam tanaman obat di rumah mereka masing-masing. Dengan hanya satu jenis tanaman obat saja. Sehingga tanaman obat yang dihasilkan bisa saling melengkapi.

”Ini sejalan dengan Kampung Sehat. Tidak saja soal pendisiplinan, tapi juga mengenai pencegahan dari sisi kesehatannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, selain upaya pembinaan untuk masyarakat, Pemdes Sekotong Tengah didampingi jajaran TNI Polri memasang spanduk di beberapa titik strategis di desa. Berisikan imbauan mengenai penerapan protokol kesehatan.

”Sebagai sarana informasi sekaligus memotivasi masyarakat agar berpartisipasi dan bersama-sama mematuhi protokol kesehatan,” tandas Sumerta. (dit/r6)

 

 

APBDes Sekotong Tengah 2020

PENDAPATAN DESA

  • Pendapatan Asli Desa Rp 10 Juta
  • Pendapatan Transfer Rp 3,029 Miliar
  • Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Rp 1,976 Juta

BELANJA DESA

  • Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Rp 977,475 Juta
  • Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa Rp 1,703 Miliar
  • Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa Rp 131,367 Juta
  • Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Rp 117,602 Juta
  • Bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat dan Mendesak Desa Rp 11,054 Juta

SURPLUS

Rp 100 Juta

Sumber: Pemkab Lombok Barat

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks