alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Tim Validasi Temui Warga Bug-Bug

GIRI MENANG-Pemkab Lombok Barat (Lobar) merespons aksi warga Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar yang demo ke kantor desa. Pemkab menurunkan tim untuk memberi penjelasan terhadap warga yang mempertanyakan kejelasan nasib mereka. Terkait adanya ratusan warga yang masih belum menerima bantuan untuk korban gempa.

“Tim kami sudah turun untuk memberi penjelasan ke Desa Bug-Bug. Demo kemarin akibat adanya miss komunikasi antara salah satu warga dengan kepala dusun,” terang Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar Lalu Ratnawi.

Dari hasil rapat tim validasi Kecamatan Lingsar dengan pihak aparat desa dan warga, disepakati bahwa warga akan mempersiapkan terlebih dulu berkas validasi. Ketika tim melakukan validasi kerusakan, berkas yang dibutuhkan sudah lengkap. Sehingga proses validasi lebih cepat.

“Segera setelah tim turun, bisa disepakati terkait beberapa nama warga yang belum masuk SK Bupati kami validasi lagi. Dan diterbitkan SK susulan,” terang Ratnawi.

Informasi dari Sekretaris Desa Bug-Bug Abdul Mujib ada 800 lebih warga korban gempa di Desa Bug-Bug. Semua sudah diusulkan agar mendapat bantuan. Namun hanya sekitar 200 warga yang mendapatkan bantuan rekening buku tabungan.

Melihat sedikitnya jumlah warga yang menerima rekening buku tabungan di Desa Bug-Bug, Asisten III Setda Lobar H Fathurrahim menduga ada persoalan dalam proses penyaluran bantuan. Karena jika yang mendapat bantuan hanya 200 orang sedangkan yang belum menerima sekitar 600 KK, jumlah ini dinilai tidak sebanding.

“Kalau sekitar 15 persen atau 20 persen yang dapat buku tabungan dari jumlah yang diusulkan, kekhawatiran kami itu jangan-jangam belum diproses di BRI,” ucapnya.

Karena persoalannya tidak hanya pada proses validasi. Tetapi bisa saja banyaknya warga yang belum menerima bantuan akibat masalah proses penyaluran rekening tabungan bagi korban gempa.

“Kalak BPBD Lobar sudah mencoba menghubungi pihak BRI. Namun pihak BRI hari ini (kemarin, Red) masih di KLU. Maka masyarakat kami minta bersabar sambil menunggu informasi resmi dari BPBD Lobar,” pungkasnya. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks