alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Cara Pemuda Desa Senteluk Kembangkan Pariwisata

Desa Senteluk, menjadi salah satu desa wisata yang menjadi favorit wisatawan. Pariwisata Desa Senteluk kini semakin dikenal sejak dengan adanya brand Kaos “Tangkong” yang mempromosikan pariwisata desa ini.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang.

===========================

Pariwisata Desa Senteluk kini sedang booming. Itu berkat wisata kuliner tepi pantai yang kini menjadi salah satu favorit wisatawan yang datang ke kawasan Batulayar. Kuliner seafood khas desa begitu lezat dengan keindahan alam Pantai Tanjung Bias yang menjadi daya tarik utama pariwisata desa.

Memanfaatkan peluang ini, sejumlah pemuda desa membuat kreasi usaha. Hanya dengan bermodal toko semi permanen di pinggir pantai, pemuda Desa Senteluk membuat brand kaos lokal yang diberi nama ‘Tangkong’.

“Ini adalah kreasi para pemuda Desa Senteluk bekerja sama dengan pemerintah desa (Pemdes) yang melihat potensi peluang besar dari geliat pariwisata desa,” ujar Munajab, Kepala Dusun di Desa Senteluk yang menjadi koordinator para pemuda desa.

Di toko yang berukuran sekitar 2×2 meter, berbagai kaos warna-warni dengan kualitas cukup berkelas dipajang di kawasan Pantai Tanjung Bias. Membuat setiap pengunjung yang datang akan tertarik dengan kaos yang kualitasnya tidak kalah dari produk sejenis di tempat lain.

Keunggulan desain dan motif yang mempromosikan keindahan alam pantai, panorama desa, hingga pemandangan khas Desa Senteluk ditonjolkan dalam kaos ini. Bahkan pengunaan kata atau pribahasa Sasak juga menjadi salah satu motif kaos yang dibanderol dengan harga terjangkau tersebut.

“Kami lebih tonjolkan panorama alam dan adat budaya Sasak agar lebih familiar,” lanjut Munajab.

Bahkan, pemilihan brand Tangkong sendiri diambil merujuk pada bahasa Sasak yang berarti baju. Dukungan dari pihak Pemdes setempat membuat para pemuda desa semangat menunjukan kreasi mereka.

Melalui kaos tersebut para pemuda itu ingin mempromosikan desa mereka. “Kami berharap dengan ini bisa mendatangkan pendapatan untuk meningkatkan perekonomian warga. Khususnya bisa mengurangi angka pengangguran,” harap pria yang juga tergabung dalam anggota Lembaga Perindungan Anak (LPA) NTB tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Senteluk, Fuad Abdurahman mengaku pihaknya sangat mendukung kreasi dan inovasi pemuda di desanya. Melalui dana desa (DD), pihaknya mengembangkan usaha desa untuk kaos tersebut.

“Kami anggarkan sekitar Rp 20 juta. Kita support juga dengan alat sablon, disamping kita kasih pembekalan pada pemuda yang mau berkreasi,” ujarnya. (*/r5)  

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks