alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

LCC seperti Rumah Hantu! Pejabat Lobar Mendadak Irit Bicara

GIRI MENANG-Lombok City Center (LCC) yang ada di Desa Gerimax, Kecamatan Narmada, kini seperti rumah hantu. Sepi dan tak terawat.

Tak hanya itu, masalah hukum juga sedang mengintai. Terutama bagi para pejabat yang terlibat dalam pembangunan pusat perbelanjaan ini. Sebab, bangunan LCC kini tengah menjadi perhatian Kejaksaan Tinggi NTB.

Kondisi ini diperparah dengan ketidak jelasan pengelolaan LCC ke depan. Karena hingga saat ini, belum ada kepastian bangunan yang sempat menjadi pusat perbelanjaan ini akan dikelola menjadi apa sejak berhenti beroperasi tahun 2017 lalu.

“Biasanya sih disewakan untuk event-event. Setahu saya awal 2019 lalu ada event offroad yang diselenggarakan di area LCC. Tidak di dalam gedung, tetapi di halamannya,” terang Sekretaris Desa Gerimax Budiartha ditemui Lombok Post, kemarin (12/3).

Setiap ada event yang diselenggarakan di gedung LCC, pihak manajemen dikatakannya akan melayangkan pemberitahuan kepada pemerintah desa. Sehingga, pihak desa tentu mengetahui jika ada event yang diselenggarakan di LCC yang berada persis samping kantor desa.

“Karena ada juga warga kami yang saat ini masih bertugas sebagai security di sana,” cetusnya.

Namun, pemerintah desa mengaku masih belum mengetahui mau dijadikan apa LCC ke depan. Karena mereka sampai saat ini mengaku masih belum mendapatkan informasinya.

Tidak hanya pemerintah desa, manajemen PT Tripat yang bekerja sama dengan PT Bliss Group mengelola LCC pun mengaku demikian. Direktur Utama PT Tripat H Puniman sejauh ini masih belum mengetahui rencana pengelolaan LCC ke depan. Pihak manajemen dari PT Bliss dikatakan saat ini sedang melakukan kajian bagaimana mencari usaha lain. “Itu menjadi ranahnya manajemen,” ucapnya.

Puniman juga mengaku belum tahu pasti, di tahun ini LCC akan dikelola seperti apa. Ia hanya mengakui sejauh ini belum ada pemasukan dari keberadaan gedung yang awalnya menjadi pusat perbelanjaan tersebut.

“Kami sudah sering ketemu. Cuma belum disampaikan ke kami nantinya itu akan dikelola seperti apa. Kami juga tidak memberikan batas waktu mereka harus apa atau bagaimana,” bebernya.

Pantauan Lombok Post, kondisi bangunan LCC Selasa kemarin (12/3) sangat memprihatinkan. Terlihat beberapa kerusakan di bagian bangunan akibat gempa Agustus 2018 lalu. Bagian dinding yang kokoh terlihat mengalami keretakan. Tidak hanya itu, kaca jendela bangunan terlihat bolong tidak utuh. Perangkat elektronik mesin parkir otomatis terlihat sudah tidak berfungsi lagi.

Terpisah, Asisten I Setda Lobar H Ilham yang dikonfirmasi mengenai LCC mencoba menghindar. Kaitannya dengan dugaan sertifikat lahan seluas 8,4 hektare area LCC yang saat ini dijadikan agunan.

“Sesuai kesepakatan itu, satu pintu penjelasannya lewat Kabag Humas. Silakan konfirmasi ke beliau, nanti dia yang menjelaskan,” ucap Ilham.

Sayangnya, Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar Saepul Ahkam yang dikonfirmasi via ponselnya maupun pesan WhatsApp kemarin masih belum memberikan respons. Sedangkan Kabag Hukum Setda Lobar Ahmad Nuralam menjelaskan saat ini kasus hukum terkait LCC masih berproses.

“Kami menghargai proses hukum ini. Kita ikuti saja. Mengenai tanggapan Pemda, itu memang diwakilkan ke Kabag Humas,” ucapnya.

Begitu juga ketika ditanya megenai posisi atas hak sertifikat lahan LCC. Apakah ada di Pemda Lobar, pihak ketiga, atau sudah dijadikan agunan. Ia mengaku itu sudah masuk ke ranah materi gugatan.

“Itu sudah masuk materi pemeriksaan. Kami belum bisa memberikan pendapat. Kita ikuti saja prosesnya dan kita lihat endingnya seperti apa,” tandasnya. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks