alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

SDM Kurang, Fasilitas Seadanya, Lobar Tak Siap “Perang” Lawan Korona

GIRI MENANG-Kasus korona di Lombok Barat (Lobar) terus bertambah. Mulai dari warga yang dinyatakan positif Korona berdasarkan hasil swab, hingga warga yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid tes. Kondisi ini membuat sejumlah rumah sakit yang menangani pasien Korona terancam kekurangan fasilitas hingga tenaga kesehatan.

“Kita membutuhkan tambahan tenaga kesehatan. Saat ini sedang dihitung berapa kebutuhan oleh masing-masing rumah sakit,” terang Kabid P3KL Dinas Kesehatan Lobar dr. Ahmad Taufik Fatoni.

Tak hanya itu, dua rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 yakni RSUD Tripat dan RSUD Awet Muda Narmada juga dikatakannya sangat kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) khusus untuk para tenaga kesehatan. Termasuk juga puskesmas yang menangani laporan masyarakat ketika ada warga yang terindikasi gejala korona.

“APD saat ini belum maksimal, tapi kami sudah memesannya dari pihak ketiga. Semoga segera datang,” harapnya.

Ia menyebutkan beberapa bantuan baju covel all dari BPBD Provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi, dan ikatan alumni sebuah perguruan tinggi keprajaan telah didistribusikannya ke pihak puskesmas dan kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar drg. Hj Ni Made Ambaryati menjelaskan untuk kondisi saat ini, Pemkab Lobar menyiapkan dua rumah sakit untuk penanganan Covid-19. RSUD Tripat Gerung dan Rumah Sakit Awet Muda Narmada.

Untuk RSUD Tripat, tersedia tiga ruangan dengan 11 bed dan sembilang ruang kohort untuk paru dengan 18 bed. Ruangan ini untuk disiapkan bagian pasien yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang mengarah kepada gejala  status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sedangkan untuk RSUD Awet Muda Narmada tersedia satu gedung khusus untuk pasien Covid 19 ini. Gedung ini memiliki 13 ruangan. Satu ruangan untuk screening pasien yang baru datang, satu ruangan tindakan, delapan ruangan rawat inap dengan masing-masing dua bed. Ditambah satu ruang jaga infeksius untuk petugas yang memantau pasien, satu ruang transisi untuk tenaga kesehatan mengganti baju APD serta satu  ruang kerja administrasi.

Dari hasil tracking dan rapid tes, ada sembilan orang yang terindikasi reaktif. Ditambah dua orang masih dirawat di RSUD Awet Muda Narmada. Kondisi ini membuat Pemkab Lobar membutuhkan tambahan personel tenaga kesehatan, ruang isolasi, dan alat pelindung diri.

Akibat keterbatasan tenaga medis. Dengan kondisi saat ini, Direktur RSUD Awet Muda Narmada dr. AAN Suryanatha pun terpaksa harus menerapkan sistem rolling. Pihaknya membagi tenaga kesehatan  di RSUD Awet Muda menjadi dua grup.

“Grup pertama dengan 11 orang paramedis dan grup kedua sebanyak 10 orang paramedis. Untuk dokter, kami hanya menyiapkan empat orang dokter umum dan empat dokter spesialis yang bekerja secara bergiliran,” ungkap dokter AAN, sapannya.

Keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan ini membuat Bupati Lobar H Fauzan Khalid menyiapkan langkah alternatif. Mulai dari menyiapkan tambahan ruangan, tenaga kesehatan hingga insentif bagi mereka.

“Jika keadaan nantinya tidak kunjung membaik, bisa jadi kita akan menambah ruang isolasi di RSUD Tripat dan RSUD Awet Muda. Kita juga mungkin akan merekrut tenaga kesehatan tambahan dan akan menyiapkan pusat karantina khusus buat mereka,” ujar Fauzan.

Ia berencana akan menggunakan fasilitas pemerintah bahkan menyewa penginapan untuk menjadi pusat karantina tenaga kesehatan. Fauzan mensinyalir hal tersebut tidak hanya berguna untuk penyelamatan keluarga para tenaga kesehatan agar tidak terjangkit Covid 19. Tetapi juga agar masyarakat tetangga sekitar rumah tenaga kesehatan itu pun tenang dan nyaman.

“Masyarakat harus memperlakukan mereka sebagai pahlawan, bukan justru mempersulit keadaan karena mereka memberi perawatan kepada pasien Corona,” pintanya.

Bagi para tenaga kesehatan yang terdepan berjibaku merawat ODP dan PDP maupun pasien yang positif korona, Fauzan memberikan apresiasinya.

“Mereka ini pahlawan kita di saat seperti sekarang ini. Kami di Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sedang menyiapkan insentif khusus buat mereka,” ungkapnya.

Data terbaru, jumlah warga positif korona di Lobar sebanyak enam orang 8 PDP dan 150 orang masih dalam pemantauan. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks