alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Jalan Rusak, Pariwisata Ikut Lumpuh

GIRI MENANG-Kondisi jalan penghubung antara Desa Pakuan dan Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar) yang terputus membuat warga semakin resah. Hingga Sabtu (11/5) lalu, belum ada tanda-tanda Pemda Lobar akan memperbaiki jalan tersebut. Padahal, kondisi longsor di jalan ini semakin melebar ke arah pemukiman warga. Kerusakan jalan ini berdampak pada akses perekonomian dan pariwisata di desa tersebut.

“Sudah lama kondisinya (longsor) seperti ini tapi belum diperbaiki. Banyak pejabat yang ke sini melihatnya, tapi nggak tahu juga kenapa belum dilakukan perbaikan,” ujar salah seorang warga setempat Alimin, Sabtu (11/5).

Padahal, ia mengaku kondisi longsor semakin melebar ke pemukiman warga. Ini membuat mereka takut karena rumah dan kios milik warga hanya beberapa meter dari lokasi jalan yang rusak. Warga khawatir kalau jalan ini tidak segera diperbaiki, tanah tempat dibangunnnya rumah mereka juga akan ikut longor.

“Kami berharap bisa segera diperbaiki. Takut kami kalau longsornya nanti semakin lebar dan sampai rumah kami,” harapnya.

Senada dengan Alimin, Satral warga lainnya juga meminta Pemda Lobar segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Karena saat ini masyarakat dikatakannya merasakan betul dampak kerusakan jalan ini. Salah satu lumpuhnya sektor pariwisata.

“Sebelum jalan ini rusak, biasanya kunjungan wisatawan ke desa kami cukup banyak. Baik yang datang ke masjid (arsitektur China) ini atau yang ke pemandian Jaran Kurus di desa kami. Kalau akhir pekan bisa tembus 300 sampai 400 orang yang datang,” tuturnya.

Sayangnya sejak jalan ini rusak, tak ada lagi wisatawan yang datang. Akibat kendaraan mobil tidak bisa melintas. Padahal, wisatawan yang datang sebelumnya biasa datang menggunakan bus hingga kendaraan mini bus bersama travelnya. “Wisatawan domestik dan mancanegara banyak yang datang ke desa kami. Sekarang ini sepi,” aku penunggu destinasi wisata religi masjid arsitektur China di Desa Pakuan tersebut.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar HM Najib mengaku pihak pemda sudah membahas rencana perbaikan jalan tersebut. Anggaran sebesar Rp 200 juta telah disiapkan untuk memperbaiki jalan tersebut. “Itu nanti akan dibronjong untuk perbaikan sementara. Kalau perbaikan permanen mungkin tahun depan akan dianggarkan oleh Dinas PUPR,” jelasnya.

Ia mengklaim perbaikan secepatnya akan dilakukan agar akses jalan yang rusak tersebut bisa dilewati kembali. Dari pantauan wartawan Lombok Post Sabtu (11/5) lalu belum ada tanda-tanda perbaikan akan dilakukan. Warga justru terpaksa menggunakan jalur alternatif di sebelah lokasi jalan yang terputus untuk kendaraan motor. Sementara kendaraan roda empat harus memutar melalui jalur Desa Keru. Memakan waktu sampai berjam-jam dari yang semula hanya 30 menit untuk bisa ke Pasar Narmada. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks