alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Korban Gempa Menjerit Lagi

GIRI MENANG-Nasib sejumlah korban gempa di Lombok Barat (Lobar) masih memprihatinkan. Di bulan Puasa, mereka masih tertahan di hunian sementara (Huntara). Rumah mereka yang hancur akibat gempa belum juga selesai diperbaiki.

“Baru bangun pondasi. Bahan bangunan dan tukang sulit makanya belum bisa jadi,” aku Wadiah warga Desa Lingsar.

Kondisi serupa hampir dialami seluruh korban gempa yang tinggal di Huntara di kawasan lapangan umum Desa Lingsar. Sampai saat ini rumah mereka belum juga selesai dibangun meski bantuan diakui warga sudah masuk ke rekening mereka. Sampai saat ini terdapat 55 kepala keluarga yang saat ini masih bertahan di Huntara.

“Kami sudah cari tukang sampai Lombok Tengah dan Lombok Timur tapi memang sulit. Makanya masih belum jelas kapan bisa rumah kami bisa jadi,” Marzaini, warga lainnya.

Otomatis sementara waktu para korban gempa ini harus tertahan di hunian sementara selama Ramadan. Mereka merasakan Bulan Puasa kali ini jauh berbeda dengan bulan puasa tahun sebelumnya. Mereka hidup dalam segala keterbatasan bersama keluarganya saat berbuka puasa maupun aktivitas seharinya. “Mau nggak mau harus disyukuri masih bisa kumpul sama keluarga,” lanjut Marzaini.

Kendala yang dihadapi saat ini, belum maksimalnya mereka bisa bekerja seperti sebelumnya. Akibat fokus warga masih terpecah antara memperbaiki rumah mereka. Di satu sisi, dana bantuan gempa tidak bisa digunakan untuk kebutuhan makan atau berbelanja. Karena penggunaannya sudah diatur hanya untuk perbaikan rumah saja. “Bantuan pemerintah sekarang sudah hilang. Tidak pernah ada lagi bantuan sembako atau yang lainnya. Padahal kami terus terang masih butuh,” timpal warga lain, Wadiah.

Kondisi perekonomian warga saat ini masih belum pulih seperti sebelum gempa. Mereka sebenarnya berharap bantuan Jaminan Hidup (Jadup) yang dijanjikan bisa terealisasi. Untuk memenuhi kebutuhan selama rumah mereka diperbaiki dan kondisi perekonomian normal seperti sebelum gempa.

Terpisah Kepala Dinas Sosial Lombok Barat Hj Ni Made Ambaryati yang dikonfirmasi Lombok Post mengenai dana Jadup mengaku bantuan tersebut memang belum cair. “Belum. SP2Dnya baru terbit Jumat kemarin, kata pusat. BNI belum bisa masukkan jumlah nominal ke dalam buku tabungan penerima Jadup,” jelasnya, kemarin (12/5).

Jika sudah ada jumlah nominal dalam rekening tabungan, baru pihaknya bisa melaunching penerimaan Jadup. “Besok Senin kami tanyakan lagi ke BNI,” sambungnya.

Untuk tahap I, Lobar mengusulkan 967 kepala keluarga atau sekitar 3.380 jiwa untuk menerima Jadup. Masing-masing orang akan menerima bantuan Jadup sebesar Rp 600 ribu. Sehingga jumlahnya mencapai 2,038 miiar. Sedangkan tahap II sebanyak 71.255 KK dengan 285.508 jiwa. Maka jumlah bantuan jadup sekitar Rp 171,3 miliar. Namun untuk tahap II, sampling verifikasi yang dilakukan di setiap desa sekitar 25 kepala keluarga ternyata menemui banyak kendala. Sehingga pihaknya harus turun kembali ke semua desa agar bantuan Jadup bisa tepat sasaran. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks