alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pendapatan Anjlok, PT Tripat Minta Taman Narmada Dibuka

GIRI MENANG-Ditutupnya Taman Narmada sejak 17 Maret lalu menyebabkan taman wisata bersejarah ini kehilangan omzet ratusan juta rupiah. Hal tersebut disampaikan Manajer Eksekutif Taman Narmada, Kamarudin.

“Kami berharap waktu Idul Fitri sampai dengan Lebaran Tobat dibuka. Seminggu itu, uang masuk bisa cukup banyak, bisa masuk Rp 200 juta bahkan lebih,” ungkapnya.

Pemasukan itu sebenarnya diharapkan bisa menutup pemasukan Bulan Januari hingga Maret.

Dijelaskan Kamarudin, sejak pandemi Covid-19 diberitakan menyerang secara global, Taman Narmada sudah mulai sepi pengunjung. Ditambah imbauan pemerintah untuk menutup tempat wisata ini sehingga pengunjung semakin sepi.

Sampai saat ini pengelola masih menunggu kebijakan Pemkab Lobar ntuk segera membuka tempat wisata secara serentak. “Kebijakan membuka tempat wisata di Lobar ini kita tunggu karena cukup berdampak dari sisi ekonomi terutama dalam pembayaran gaji karyawan,” ucapnya.

Terkait dari kesiapan Taman Narmada sendiri dikatakannya sudah siap ikuti petunjuk sesuai protokol kesehatan. Baik persiapan tempat cuci tangan di setiap pintu masuk, alat pengukur suhu, pembatsan kapasitas spanduk himbauan. Pembatasan pengunjung termasuk pengaturan pedagangnya itu sudah siap diatur dan siapkan.

“Lebih cepat dibuka lebih bagus,” sebut mantan Kades Presak ini.

Jika dibuka pun Taman Narmada nantinya, sambungnya, pengujungnya tidak seramai sebelumnya. Akibat orang masih takut dan dari sisi ekonomi masyarakat pengaruh lockdown juga kurang.

Tapi ia optimis dan yakin kalau pengunjung Taman Narmada nantinya pasti ada terlebih waktu libur anak sekolah mereka akan berkunjung. Namun untuk normal kembali butuh proses belum bisa seperti sebelumnya

“Normalnya mungkin akhir tahun atau awal tahun depan,” duganya.

Tapi kesempatan dibuka inilah kesempatan untuk menata kembali Taman Narmada karena ada pemasukan untuk dapat  dipergunakan untuk operasinal termasuk menggaji karyawan.

“Jujur sejak Covid 19 ini PT.Tripat mampu membayar gaji karyawan setengah dari gaji itu pun berhutang,” lanjutnya.

Terpisah Direktur umum PT.Tripat H Poniman juga mengatakan, jika tempat wisata tidak dibuka maka akan menimbulkan dampak yang luar biasa.

Seminggu sebelum Lebaran Topat, ia mengaku telah menemui Bupati. Kaitannya permohonan untuk membuka kembali Taman Narmada dan Suranadi dengan alasan-alasan dampak ekonomi yang berdampak pada penggajian karyawan dan biaya operasional taman.

Bupati meminta agar ia berkoordinasi ke Dinas Pariwisata Lombok Barat. “Silahkan atur untuk bisa jalan,” kata Poniman menirukan ucapan bupati.

Untuk itu, sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi melalui  Dinas Pariwisata NTB ia berharap tanggal 20 Juni Taman Narmada dan Suranadi dibuka. Tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan.

“Kami akan buka berpegang pada kebijakan Dinas Pariwisata NTB,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks