alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Kantor Desa Ditutup, Pelayanan Lumpuh

GIRI MENANG-Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

“Hasil rapid test Kamis pekan lalu, saya reaktif beserta lima orang warga lain.  Termasuk orang tua saya juga,” beber Kepala Desa Sigerongan Dian Siswadi kepada Lombok Post, Minggu (12/7).

Kejadian berawal ketika ada warga Sigerongan yang meninggal dunia 30 Juni lalu. Berdasarkan hasil swab di RSUD Awet Muda Narmada, warga yang meninggal dunia tersebut dinyatakan positif Covid-19. Akhirnya, ia dimakamkan menggunakan protokoler Covid-19.

Pihak keluarga dan kepala desa dilibatkan dalam proses pemulasaraan jenazah. Mulai dari memandikan, mengkafani, dan menyalatkan. “Saya ikut memandikan bersama keluarga sekitar sebelas orang,” akunya.

Akhirnya, orang yang terlibat dalam pemulasaran dirapid test. Hasilnya, lima orang reaktif. Ditambah orang tua kepala desa. “Karena mungkin saya pernah kontak dengan orang tua, makanya beliau reaktif,” ungkapnya.

Sampai saat ini, kepala desa menunggu dilakukan swab terhadap dirinya dan warga lain yang dinyatakan reaktif. Informasi yang diterima pemerintah Desa Sigerongan, swab masih terbatas sehingga harus menunggu giliran.

Untuk mencegah penularan, pemerintah desa terpaksa meniadakan pelayanan di kantor desa selama 14 hari. Ia khawatir kasus Korona kembali bertambah karena sebagian masyarakat masih mengabaikan protokoler Covid-19. Banyak warga yang masih beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker.

Penutupan kantor desa juga dilakukan dengan pertimbangan banyaknya kasus Korona di Desa Sigerongan. “Ada lima yang positif Covid-19 di desa kami. Satu meninggal dunia,” tuturnya.

“Pelayanan kepada masyarakat nanti dari rumah. Staf kantor desa kami minta mengerjakan berkas laporan, perencanaan dari rumah,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat drg. Hj Ni Made Ambaryati menjelaskan, untuk tes swab masih antre. “Kalau mau cepat, silakan ikut yang mandiri,” sarannya.

Ambar mengingatkan, jika ada jenazah yang positif terkonfirmasi Covid-19 harus mengikuti protokol. Pihaknya menyayangkan masyarakat yang masih saja tidak percaya dengan Korona. Ketika sudah reaktif atau mengalami gejala Korona, baru kemudian masyarakat percaya dan mendesak diswab.

“Biaya swab sangat mahal, kalau mau cepat di swab, bisa ikut yang mandiri,” kata dia.

Biaya swab bervariasi. Mulai dari Rp 1.250.000 sampai Rp 1.400.000. “Bisa tanya langsung ke RS swasta yang melayani swab mandiri,” tandasnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks