alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Lingsar-Narmada Ingin Pisah dari Lobar, Nilai Pembangunan Belum Merata

GIRI MENANG-Bak gayung bersambut, wacana pemisahan Kecamatan Batulayar dan Gunungsari dari Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mendapat respons dari berbagai kalangan. Bahkan, sejumlah kepala desa yang ada di Kecamatan Lingsar dan Narmada juga mendukung wacana ini.

“Sangat mendukung. Pemda Lobar sudah tidak mampu memeratakan pembangunannya,” ungkap Kepala Desa Lebah Sempage, Kecamatan Narmada Muhammad Adi kepada Lombok Post kemarin (13/1).

Ia merasa sudah sewajarnya Kecamatan Narmada dan Lingsar memisahkan diri dengan Lobar. Bergabung dengan Kecamatan Gunungsari dan Batulayar membentuk kabupaten baru.

Alasan utamanya dirinya mendukung wacana pemisahan ini karena jarak ke pusat pemerintahan Lobar yang ada di Gerung saat ini terlalu jauh. Sehingga pelayanan kurang maksimal. Baik pelayanan publik maupun pelayanan yang lainnya.

Salah satu contoh persoalan yang dikeluhkan selama ini adalah masalah sinyal atau jaringan komunikasi. Warga di Desa Lebah Sempage sangat terganggu dengan kondisi blank spot di desa tersebut. Beberapa kali sudah disampaikan ke Pemda Lobar namun masih belum ada solusinya sampai saat ini.

“Makanya saya dukung. Bila perlu segera kita gagas bersama (pembentukan kabupaten baru),” ungkapnya.

Kepala Desa Badrain, Narmada Romi Purwandi juga meilihat wacana pemisahan empat kecamatan (Narmada, Lingsar, Gunungsari dan Batulayar) merupakan hal yang wajar. Bentuk kritik terhadap pemerintah daerah saat ini. “Saya kira wajar orang berpendapat seperti ini, bisa jadi ini apa yang mereka rasakan atas kondisi pemerintahan saat ini,” ungkapnya.

Ketika wacana ini mengalir ke Kecamatan Narmada dan Lingsar, ia menghargai pendapat setiap kepala desa. Hanya saja, wacana ini menurutnya perlu pembicaraan lebih lanjut.

“Narmada harus dipecah jadi dua atau tiga kecamatan jadi syarat berdirinya kabupaten. Tapi memang saya pikir sudah saatnya wilayah utara mandiri membangun daerahnya,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Desa Pakuan Mardan Haris mengaku wacana pembentukan Kabupaten Narmada sudah dibahas anggota forum kepala desa se-Narmada kemarin. Namun belum ada keputusan apakah wacana ini akan mendapat dukungan atau tidak.

Meskipun secara pribadi ia mengakui kualitas pelayanan dirasakan sangat kurang dengan kondisi pemerintahan saat ini. Karena semua pelayanan publik terpusat di wilayah Gerung.

“Kami harus duduk bersama membahas regulasinya agar tidak hanya menjadi statemen di media. Besok Kamis kami akan rapat koordinasi dengan Forum Kepala Desa Narmada,” akunya.

Dari segi pelayanan, Kepala Desa Pakuan mengeluhkan minimnya perhatian Pemda Lobar terhadap infrastruktur komunikasi dan transportasi. Sama seperti Kades Lebah Sempage, ia mengeluhkan kondisi blank spot. “Bagaimana kita mau maju pariwisatanya kalau transportasi dan komunikasi tidak jalan,” sesal Mardan.

Sementara Kepala Desa Langko, Kecamatan Lingsar Mawardi mengungkapkan dukungannya dengan wacana pemisahan empat kecamatan dengan Lobar. Karena luas wilayah Lobar saat ini menurutnya terlalu luas. Untuk mencapai pusat kota atau pusat pemerintah kabupaten cukup jauh.

“Contoh untuk mengurus administrasi kependudukan masyarakat yang membutuhkan pelayanan harus mengeluarkan biaya cukup besar,” bebernya.

Warga menurut Mawardi harus bolak-balik mengurus dokumen administrasi yang tidak bisa selesai dalam sehari. Akibatnya waktu, tenaga serta biaya harus dikeluarkan masyarakat tidak sedikit untuk mengurus dokumen administrasi kependudukan yang harusnya gratis.

Kepala Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar Dian Siswadi menanggapi lebih kalem dengan wacana pembentukan kabupaten baru ini. Menurutnya banyak aspek yang harus dipertimbangkan. “Untuk membuat sebuah kabupaten baru harus dipertimbangkan regulasi, pemerintah pusat dan lain-ain. Jika itu keinginan ya boleh-boleh saja,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks