alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Memori Gempa yang Terekam di Kepala Puskesmas Penimbung

Gempa sudah berlalu sekitar enam bulan lalu. Namun ingatan akan gempa masih terekam jelas dalam memori Kepala Puskesmas Penimbung. Bagaimana ceritanya?

 HAMDANI WATHONI, Giri Menang

============================

Genteng berserakan di atap. Retakan terdapat di beberapa sisi dinding. Di ruangan yang cukup sempit, Kepala Puskesmas Penimbung Lalu Wirawan bekerja. Tempat ini adalah gudang yang disulap menjadi ruang kerjanya.

Kondisi ruangan yang masih terdampak gempa membuat Lalu Wirawan tak pernah bisa lupa. Bagaimana kondisi gempa yang terjadi enam bula lalu begitu mencekam. “Sampai sekarang saya masih ingat bagaimana gempa itu terjadi,” tutur pria yang juga seorang perawat ini kepada Lombok Post kemarin (13/2).

Saat itu tepat 5 Agustus 2018. Malam hari sekita pukul 20.30 Wita. Bumi berguncang begitu hebat. Mengakibatkan rumahnya hancur seketika. Tembok batu-bata menimpa mobil miliknya. Beruntung, keluarganya berhasil menyelamatkan diri. Ia membawa keluar tiga anaknya dan istrinya ke area terbuka.

“Saya gelar tikar kemudian minta mereka diam di bawah pohon mangga. Kaki istri saya keseleo saat itu,” ungkapnya.

Setelah memastikan keluarganya selamat, secara refleks Lalu Wirawan segera bergegas meninggalkan keluarganya. Ia langsung meninjau kondisi sejumlah warga desa wilayah kerja Puskesmas Penimbung. Ia yakin ada banyak korban terluka akibat gempa yang membutuhkan bantuannya.

Dalam kondisi gelap gulita karena listrik mati total, ia menyisir sejumlah desa. Ia melihat warga berhamburan di pinggir jalan. Sebagian dari mereka ada yang terluka dan cedera. Maka dengan cepat ia memberikan pertolongan medis. Bergerak dari satu desa ke desa lain, Lalu Wirawan mencoba memberi pertolongan semampunya kepada warga.

“Yang tidak bisa saya lupakan itu ketika melihat kondisi Desa Jeringo. Hampir semua rumah rata dengan tanah,” kenangnya.

Begitu juga ketika bergerak ke Desa Dopang, ia mendapati hal yang sama. Rumah warga tak karuan bentuknya. Bahkan di desa ini, dua warga meninggal dunia tak terselamatkan. Meskipun ia dan petugas Puskesmas lainnya telah berkeliling berupaya membantu warga.

“Di saat bersamaan saya ditelepon keluarga. Saudara minta segera pulang menemani keluarga yang saya tinggalkan di bawah pohon mangga. Saya disumpah serapah di bilang saya tidak bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga,” ucapnya.

Dengan kondisi yang dihadapinya, Wirawan sempat dilema. Memilih pulang menemani keluarga yang dalam kondisi ketakutan pascagempa, atau tetap berkeliling berusaha menolong warga. Meski sempat bimbang, akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan berkeliling menolong warga.

“Saya berpikir ini pengabdian bagi masyarakat. Ini adalah panggilan tanggung jawab sebagai kepala puskesmas dan perawat,” ungkapnya.

Setalah sekian jam menolong warga, Lalu Wirawan akhirnya pulang. Setibanya di rumah, sesuai dugaan, hujatan dan cercaan dari beberapa saudara ia terima. Ia dianggap tak bertanggungjawab karena meninggalkan keluarganya dalam kondisi gempa yang mencekam.

“Saya hanya jawab, kalau saya diam bersama keluarga. Maka besok paginya saya harus mengundurkan diri sebagai kepala puskesmas. Ini adalah tanggung jawab yang tak bisa saya kesampingkan. Bahkan untuk keluarga sekalipun,” beber anggota PPNI tersebut.

Sehingga, dengan jawabannya tersebut, pihak keluarga akhirnya bisa memahami. Begitu juga anak istrinya yang memang sejak awal sudah paham dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai perawat dan kepala puskesmas. (*/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks