alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Kondisi Kawasan Ekowisata Mangrove Lembar Selatan Memprihatinkan

GIRI MENANG-Kondisi destinasi wisata yang ada di Lombok Barat (Lobar) memprihatinkan. Salah satunya kawasan ekowisata mangrove di Desa Lembar Selatan.

“Sudah sejak tahun lalu jembatannya rusak tidak ada yang perbaiki,” ujar Muslimah, salah seorang warga kepada Lombok Post, kemarin (13/3).

Jembatan kayu yang semula dibuat untuk menyusuri kawasan hutan mangrove tersebut sudah rapuh. Sebagian sudah lapuk dan rusak. Para pengunjung tak lagi bisa melintas di atas jembatan tersebut karena sudah rusak parah. Sangat membahayakan.

“Di tengahnya itu kan sudah putus. Tidak bisa dilewati lagi,” ujar Muslimah yang kesehariannya berjualan di kawasan wisata tersebut.

Akibat kondisi ini, tak ada lagi wisatawan yang mau datang. Kawasan ekowisata mangrove Lobar yang dulunya terkenal kini ditinggalkan.

Padahal, tiga tahun terakhir, kawasan ekowisata mangrove ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Lobar. Ratusan orang datang tiap hari. Untuk sekadar berfoto atau rekreasi memanfaatkan jasa perahu warga setempat.

“Sekarang pengunjung sepi. Padahal dulu sehari kita bisa dapat jualan sampai Rp 500 ribu,” beber Muslimah.

Ia sangat berharap jembatan ini bisa segera diperbaiki. Terlebih menjelang Bulan Puasa atau lebaran nanti, lokasi wisata ini biasanya paling ramai dikunjungi sore hari.

“Kami sebagai masyarakat setempat juga sangat berharap jembatan ini kayu segera diperbaiki dan dibuat lebih bagus lagi podasinya pakai beton,” ungkap Galil, pemuda desa setempat.

Keberadaan ekowisata mangrove ini banyak membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Baik bagi orang yang berjualan, tempat parkir, hingga penyewaan jasa perahu untuk menyusuri kawasan hutan mangrove.

Kepala Desa Lembar Selatan H Benny Basuki yang dikonfirmasi Lombok Post mengaku dilema dengan kondisi kerusakan jembatan kayu ekowisatawa mangoreve. Di satu sisi, pemerintah Desa Lembar Selatan ingin memperbaiki jembatan kayu tersebut. Di sisi lain, pengelolaannya belum diserahkan ke pemerintah desa.

“Di seputaran kawasan ekowisata itu lahan milik masyarakat. Seandainya diserahkan ke desa, itu nanti desa yang kelola,” jelasnya.

Sehingga pemerintah desa bisa menganggarkan perbaikan jembatan kayu jika pengelolaannya di bawah kewenangan desa. Hanya saja, selama ini pengelolaannya dilakukan oleh sekelompok masyarakat. Sehingga jika pemerintah desa memperbaikinya, otomatis tidak ada feedback bagi pemerintah desa.

“Makanya kami berharap anggota DPRD Lobar bisa membantu kami memperbaiki jembatan ini melalui program aspirasinya,” harap Kades. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks